Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dirjen Kebudayaan Nggak Masalah Kerajaan-Kerajaan Bermunculan di Era Kekinian

Dirjen Kebudayaan Nggak Masalah Kerajaan-Kerajaan Bermunculan di Era Kekinian Kredit Foto: Ferry Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan tidak ada yang aneh dengan kemunculan kerajaan-kerajaan baru.

"Menurut saya tidak ada yang aneh. Dari waktu ke waktu terus bermunculan. Kalau kita lihat, sejak 1970-an, kerajaan-kerajaan seperti itu bermunculan," ujar pejabat eselon I yang akrab disapa Fay tersebut di Jakarta, Ahad.

Kemunculan kerajaan-kerajaan baru tersebut, merupakan bentuk ekspresi dari masyarakat yang mengidentifikasi diri dengan kejayaan masa lalu.

Baca Juga: Ternyata Eh Ternyata, Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Sudah Lama Masuk Radar. . . .

"Tidak ada yang aneh. Cara mengekspresikan bermacam-macam," kata dia.

Menurut dia, hal itu baru menjadi masalah jika mengumpulkan massa, mengumpulkan dana, hingga membentuk tentara. Menurut dia, hal itu merupakan urusan kepolisian. Fay juga menganggap kemunculan kerajaan-kerajaan baru tersebut, sebagai soal kedalaman pengetahuan. Seberapa jauh yang bersangkutan mempelajari sejarah, diramu menjadi hal baru.

"Kalau dari sisi saya, saya tidak menganggap hal itu sebagai masalah kebudayaan. Baru menjadi masalah, ketika memobilisasi massa, mengumpulkan dana atau membentuk tentara."

Sejumlah kerajaan baru bermunculan di Tanah Air, seperti Keraton Djipang di Blora, Keraton Agung Sejagat di Purworejo, hingga Sunda Empire di Jawa Barat.

Baca Juga: BNI Gandeng Bank Jatim Perkuat Ekonomi Digital di Jawa Timur

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: