Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bangun Startup Bareng Teman Itu GGS 'Gampang-Gampang Sulit'

Bangun Startup Bareng Teman Itu GGS 'Gampang-Gampang Sulit' Kredit Foto: Unsplash/Pejmon Hodaee
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kita semua telah mendengar bahwa 90 persen startup gagal dalam tiga tahun pertama karena berbagai alasan termasuk kurangnya kesesuaian pasar produk, arus kas, membentuk dan mempertahankan anggota tim yang berprestasi. Terlebih lagi jika mendirikan startup itu bersama teman, akan ada saja masalah yang timbul karena komunikasi.

Baca Juga: Perputaran Karyawan dalam Bisnis Itu Boros, 5 Tips Ini Bantu Atasinya

Berikut adalah beberapa pelajaran yang akan membantu Anda tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga berkembang dan mengembangkan startup Anda:

Membangun tim pendiri yang abadi

Mendirikan suatu startup memanglah suatu prestasi yang menganggumkan. Tapi itu baru permulaan, sekarang sampai pada bagian yang menantang, yakni mempertahankan hubungan pendiri untuk kesibukan di masa depan, yang bisa sama sulitnya dengan pernikahan.

Baca Juga: Kenapa Sebaiknya Generasi Milenial Jadi Investor untuk Startup?

Hubungan pendiri yang sehat adalah pondasi dari setiap startup yang sukses. Menurut profesor Harvard Business School Noam Wasserman, seperti keterangan yang dilansir dari Entrepreneur.com (12/2/2019), 65 persen startup gagal karena konflik pendiri. Mengingat banyaknya kemungkinan pertikaian, hal terakhir yang Anda inginkan adalah kegagalan hubungan salah satu pendiri.

Baca Juga: 6 Bisnis Milik Keluarga yang Mendunia

Beberapa tips untuk menjaga hubungan itu agar terhindar dari kegagalan:

Adakan diskusi terbuka

Mengadakan diskusi terbuka secara rutin tentang bagaimana keputusan dibuat, saham ekuitas, dan jadwal vesting sebelum membentuk perusahaan adalah hal yang harus dilakukan pendiri. Jika startup didirikan oleh lebih dari satu kepala, pasti ada ide atau masukan yang dapat lebih membangun startup tersebut.

Jangan pernah menunda rincian

Rincian ini yang mungkin tampak seperti seluk beluk atau bahkan menganggap sebagai kurangnya kepercayaan satu sama lain, tetapi itu harus dilakukan sebagai landasan kepercayaan antara sesama pendiri. Jika Anda tidak dapat mempercayai rekan pendiri Anda untuk membahas siapa yang mendapatkan apa dan melakukan apa di depan, percakapan itu akan sepuluh kali lebih sulit nantinya.

Habiskan waktu bekerja dengan satu sama lain sebelum startup berdiri

Seperti halnya hubungan apa pun, Anda perlu menghabiskan waktu satu sama lain untuk membiasakan diri, menemukan kecocokan dalam gaya kerja, cara mensinergikan kekuatan dan potensi jebakan yang harus Anda perhatikan.

Diskusikan tentang tantangan

Mendirikan startup dengan rekan atau orang lain itu gampang-gampang susah. Anda tidak bisa memutuskan semuanya sendiri. Anda harus melakukan diskusi agar tidak ada pihak yang merugi. Diskusikan tentang tantangan yang dialami setiap minggunya dan temukan cara untuk menyelesaikan secara bersama-sama. Jangan biarkan rekan bisnis Anda merasa seperti sedang berjuang sendirian.

Baca Juga: Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak HUT Sekaa Teruna Surya Chandra Banjar Kedewatan ke-32

Penulis: Clara Aprilia Sukandar
Editor: Clara Aprilia Sukandar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: