Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Berjalan 9 Putaran, Indonesia Percepat Penyelesaian IEU-CEPA

Berjalan 9 Putaran, Indonesia Percepat Penyelesaian IEU-CEPA Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendorong upaya percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). Penyelesaian IEU-CEPA ditargetkan selesai tahun ini.

Hal ini disampaikan Jerry pada pertemuan dengan Direktur Utama Dinas Luar Negeri Eropa (EEAAS) untuk Asia Pasifik Gunnar Wiegand di Brussels, Belgia, Selasa (18/2/2020). Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan yang berlangsung di Jakarta, pada 5 Februari 2020 lalu. 

"Percepatan penyelesaian IEU-CEPA penting bagi Indonesia dan Uni Eropa karena dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua pihak, salah satunya untuk meningkatkan perdagangan, baik barang maupun jasa," tegas Jerry.

Baca Juga: Perdagangan di Jalur Sutra Abad ke-21 Tembus US$1,34 Triliun

Ia melanjutkan, kedua pihak optimistis dapat menyelesaikan IEU-CEPA tahun ini. "Perundingan IEU-CEPA sudah berjalan selama sembilan putaran. Walaupun masih ada beberapa isu yang belum diselesaikan kedua pihak, seperti sektor perdagangan, barang dan jasa, serta pengembangan kapasitas dan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah (government procurement). Namun demikian, keduanya optimistis dapat menyelesaikan perundingan IEU CEPA pada tahun ini," ujarnya.

Selain itu, pada pertemuan tersebut juga dibahas isu-isu perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa di tengah dinamika perdagangan global yang terjadi saat ini. Beberapa isu yang menjadi perhatian keduanya, antara lain tinjauan perdagangan dan investasi, serta komoditas ekspor kelapa sawit.

Jerry menjelaskan, perubahan paradigma Uni Eropa yang kini semakin menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan perdagangan berkelanjutan (sustainable of trade) menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia karena dapat berimbas terhadap produkproduk ekspor Indonesia, seperti kelapa sawit.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Terbesar Kedua Sejarah Sepak Bola, Benny Harman: Presiden Perlu Bentuk Tim Pencari Fakta!

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: