Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apotek Ini Pilih Berhenti Jual Masker di Tengah Melonjak dan Tak Karuannya Harga

Apotek Ini Pilih Berhenti Jual Masker di Tengah Melonjak dan Tak Karuannya Harga Kredit Foto: Antara/Arnas Padda
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mewabahnya virus corona jenis baru, Covid-19, membuat harga masker menggila. Bahkan, para tengkulak sudah menawarkan harga sangat tinggi ke toko dan apotek.

Salah satu pemilik Apotek Pagesangan, Tyas Susiawati, mengaku bahwa sejak berita virus corona mulai merebak, dirinya memilih menghentikan mengambil masker dari tengkulak lantaran harga masker sudah naik tajam.

Baca Juga: Corona Bobol Indonesia, Pemerintah Akan Kurangi Ekspor Masker

"Sejak harga masker naik, saya sudah tidak ambil. Soalnya harganya sudah mulai tidak karuan. Jadi saya tidak mau ikut-ikutan seperti itu. Jadi saya hentikan tidak membeli untuk dijual lagi," katanya.

Sebelum ada wabah virus corona, harga masker dari distributor hanya sekitar Rp20 ribu/kotak isi 50 masker. Namun, setelah ada wabah naik hingga 20 kali lipat.

"Dulu kita belinya tidak sampai Rp20 ribu, tapi sekarang sudah tidak karuan, apalagi yang kualitas maskernya bagus malah tidak karuan," kata dia.

Meski banyak warga yang terus mencari masker, pemilik apotek di kawasan Pagesangan, Kota Surabaya, ini pun memutuskan tidak menjual sejak sebulan terakhir.

Sedangkan untuk obat, kata dia, sejak kasus virus Corona merebak ada peningkatan permintaan terutama suplemen. "Sejak corona merebak, permintaan obat-obatan suplemen meningkat hampir 100%," ujarnya.

Meski di pasaran harga masker menggila, ternyata harga masker dari salah satu pabrik masker di Kota Surabaya tidak naik. Manager Umum dan Purchasing PT Kasa Husada Wira Jatim, Broto Susetyo, mengakui bahwa permintaan masker memang naik drastis hingga 100 persen sejak ada wabah virus Corona. Namun, pihaknya tidak menaikkan harga jual.

"Kami tidak menaikkan harga. Tapi tidak tahu kalau yang jual di pasaran," ucapnya. Harga satu kotak berisi 50 biji masker di pabrik milik BUMD Jawa Timur ini dipasarkan dengan harga Rp20 ribu. Dalam satu kotak berisi 50 biji masker.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: