Kredit Foto: Northern Fleet press service/TASS/Vladimir Ivashchenko
Seandainya suatu sistem yang diberdayakan AI secara kolektif dapat menggunakan algoritma canggih untuk menggabungkan dan secara instan mengakses semua informasi yang terjalin ini penting untuk pengambilan keputusan waktu-respons, komandan dapat menerima sebuah gambar pertarungan yang menyatu yang menyelamatkan jiwa atau tempur yang terintegrasi.
"Informasi ancaman harus digabungkan ke dalam satu sistem. Kami membutuhkan sistem untuk berbicara satu sama lain, yang hanya berfungsi jika mereka berada di hub komunikasi yang sama. Jika Anda memiliki banyak sistem yang tidak terkoordinasi, pasukan pertahanan mungkin berpikir mereka memiliki 12 rudal yang datang kepada mereka meskipun mereka semua melihat rudal yang sama," pejabat MDA menjelaskan.
Baca Juga: Militer China Bangkit dari Kubur, Amerika Cs Ketar-ketir
Untuk diketahui, ASAT merupakan senjata luara angkasa yang dirancang khusus untuk menghancurkan satelit dalam kepentingan militer. Memang belum ada yang nekat meluncurkan ASAR untuk menyerang satelit negara lain. Hanya saja ASAT sudah diujicoba negara-negara pemiliknya. Di dunia baru empat negara yang memiliki ASAR, yakni Amerika, China, Rusai dan India.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait: