Kredit Foto: Antara/Aprilio Akbar
Tito kembali menekankan agar Pilkada 2020 tak menjadi media penularan COVID-19. Ia meminta peserta pilkada dan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang telah diatur sedemikian rupa, dalam peraturan KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Kalau tidak, ramai-ramai akan menjadi media penularan, tidak boleh kemudian nanti yang rawan di masa kampanye 26 September sampai 5 Desember, ini juga sama, saya juga sudah sampaikan tidak boleh ada arak-arakan, tidak boleh ada konvoi,” kata Tito.
Tak hanya masa krusial dalam pendaftaran calon pasangan maupun masa kampanye, Tito juga meminta, semua pihak mengikuti aturan protokol kesehatan selama masa pencoblosan 9 Desember. Selain itu, pembatasan jumlah pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus dilaksanakan.
“Kalau bisa undang-undang mengatakan dari jam 7 sampai jam 12, (durasi) 6 jam, kalau 500 pemilih maksimal per TPS maka diatur jamnya, misalnya nomor 1 sampai 80 itu di jam 7 sampai 8, dan seterusnya. Itu bisa diatur jaga jarak, (ketika) selesai, mereka tidak boleh berkumpul, silakan kembali (ke rumah),” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: