Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bikin Tepuk Jidat! Kerugian Starbucks Hampir Sentuh Rp100 M

Bikin Tepuk Jidat! Kerugian Starbucks Hampir Sentuh Rp100 M Kredit Foto: Starbucks
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), anak perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) untuk produk sports & leisure mulai dari Zara hingga Starbucks ini mengalami rugi usaha sebesar Rp95,2 miliar di semester II tahun 2020. Dimana, rugi bersih untuk periode berjalan mencapai Rp75,4 miliar.

Mayoritas gerai ritel yang tidak beroperasi selama kuartal ke-dua akibat pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan bersih hanya tercatat sebesar Rp653 miliar dari Rp1,96 triliun pada kuartal ke-dua 2019.

Margin laba kotor untuk kuartal ke-dua turun dari 45,5% menjadi 30,4%, disebabkan karena adanya keperluan product clearance pada saat itu, serta arus masuk inventory baru yang lebih sedikit dikarenakan adanya pembatalan pemesanan, dan juga sebagian dampak dari negatif

fluktuasi mata uang.

Corporate Secretary MAPA, Ratih D. Gianda mengatakan, jika kinerja keuangan kuartal ke-dua perusahaan terkena dampak pandemi secara signifikan di seluruh Indonesia. Karena, lebih dari 60% gerai perusahaan tutup hingga 8 minggu untuk melindungi para pelanggan dan karyawan, dan mengurangi penyebaran virus Covid-19.

“Namun selama periode tersebut, kami meningkatkan inisiatif digital perusahaan sehingga pertumbuhan kinerjanya mencapai lebih dari 380% melalui situs online yang dikelola oleh perusahaan seperti Planet Sports, Kidz Station, dan marketplace lainnya melalui platform pihak ke-tiga. Selain itu, kami memperkuat hubungan dengan anggota program loyalty kami, MAP Club, yang mendorong peningkatan penjualan yang signifikan hingga lebih dari 550% di MAPEMALL,” ucapnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Kenapa Komisaris Jual Seluruh Sahamnya di Pemilik Starbucks Hingga Adidas?

Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa produk-produk eksklusif MAPA diterima dengan baik oleh pelanggan online. Hal ini memperkuat keyakinan perseroan dalam melanjutkan digitalisasi bisnis perusahaan agar menjadi kombinasi yang harmonis antara gerai online dan offline. “Serta didukung program CRM yang kuat, sehingga menyatukan ekosistem merek dan konsep MAP,” tambah Ratih.

Menanggapi prioritas perusahaan untuk sisa tahun 2020, Ratih menyatakan MAPA akan terus mencerminkan keseimbangan dalam mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami akan terus fokus pada manajemen biaya dan disiplin dalam mengelola capital expenditure, bersamaan dengan pembukaan kembali gerai –gerai usaha secara bertahap di seluruh Indonesia. Namun, perusahaan terus mempersiapkan strategi untuk pertumbuhan Regional Branded Commerce di masa depan, dan kami antusias mengumumkan bahwa perusahaan penjualan dan pemasaran kami di Filipina telah memulai distribusi New Balance,” jelasnya.

Baca Juga: Corona Bikin Starbucks Tertekan, Kerugian Menggunung Capai Rp42 Triliun!

Ratih menekankan kembali bahwa Perusahaan tengah berkembang dari peritel Multi-Tier produk sports dan leisure di Indonesia yang sukses, menjadi perusahaan Regional Branded Commerce; dimana perusahaan mengelola dan memasarkan merek-merek global untuk meraih potensinya secara maksimal. Seiring dengan visi MAPA untuk memberikan pengalaman ritel yang harmonis dan terintegrasi bagi para pelanggan di seluruh kanal fisik, digital maupun sosial, belanja tidak lagi menjadi pengalaman yang terbatas pada satu kanal.

Di tengah ketidakpastian akibat pandemi dan cepatnya laju normalisasi menuju kestabilan ekonomi, MAPA tidak dapat memberikan panduan keuangan untuk tahun 2020.

“Kami tetap yakin akan potensi pertumbuhan regional perusahaan untuk jangka panjang. MAPA telah mendirikan model usaha yang unik dengan mitra usaha merek eksklusif. Kami percaya mampu tumbuh bersama dengan memanfaatkan peluang dari meningkatnya kesadaran dan ketertarikan pelanggan terhadap kesehatan dan kesejahteraan,” tutupnya.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan