Kredit Foto: Reuters/China Daily
Menurut mantan kapten Angkatan Dart AS, Darren Porter, situs federal darurat seperti 1.000 tempat tidur milik Angkatan Laut AS di kapal USNS Comfort, tidak cukup untuk merawat pasien Covid-19.
“Fasilitas-fasilitas ini sama sekali tidak dilengkapi untuk menangani atau menghalau virus. Mereka terutama ada di sana untuk mendukung praktisi perawatan kesehatan untuk hal-hal seperti operasi kecil atau bahkan operasi besar dalam beberapa kasus, seperti kecelakaan mobil," ucap Porter, yang bertugas di rumah sakit lapangan dalam perang, seperti dilansir Al Arabiya.
Di Spanyol, di mana tingkat tempat tidur rumah sakit per kapita adalah 2,9 per 1.000 orang, arena seluncur es di Madrid diubah menjadi kamar mayat sementara di mana mobil jenazah dapat parkir di luar gedung.
China juga telah membangun 16 rumah sakit darurat dalam waktu singkat untuk mengakomodasi semua pasien yang terinfeksi virus. Wuhan, yang merupakan pusat pandemi di China, menutup rumah sakit darurat pertama pada 1 Maret setelah pasien terakhir Covid-19 dinyatakan sembuh. Menurut OECD, China memiliki tingkat tempat tidur rumah sakit 4,3 per 1.000 orang.
Di India, di mana tempat tidur rumah sakit per kapita hanya 0,5 tempat tidur per 1.000 orang, perjuangan melawan Covid-19 adalah perjuangan berat. Negara itu, salah satu yang paling padat penduduknya di dunia, memiliki kekurangan yang sangat parah untuk alat kesehatan pelindung sehingga beberapa dokter menggunakan jas hujan dan kacamata hitam untuk melawan virus Corona.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Muhammad Syahrianto
Tag Terkait: