Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) menilai peningkatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan melalui pengurangan tekanan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Dengan menurunnya konsumsi BMM, ruang fiskal pemerintah dinilai dapat dialihkan ke sektor yang lebih produktif.
Sekretaris Jenderal AEML, Rian Ernest, mengatakan bahwa penggunaan EV tidak hanya berdampak pada sektor energi tapi juga pada struktur belanja negara hingga biaya operasional masyarakat.
“Kita enggak harus impor BBM terlalu banyak, subsidi BBM juga bisa dialihkan ke sektor yang lebih produktif. Masyarakat juga bisa mengeluarkan operational cost yang lebih rendah,” ujar Rian dalam acara Diskusi terkait Pelaksanaan Perpres 79/2023 di The Westin Jakarta pada Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, adanya efisiensi biaya operasional menjadi salah satu insentif utama dalam mendorong adopsi EV, baik untuk pengguna individu ataupun pelaku usaha transportasi. Ia menekankan, manfaat ekonomi tersebut akan semakin terasa seiring meningkatnya skala penggunaan kendaraan listrik dalam negeri.
Baca Juga: Taipan Vietnam Resmi Gandeng BYD untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Adanya dorongan untuk EV, kata Rian, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ia menekankan, kerja sama sama lintas pemangku kepentingan agar manfaat ekonomi dari transisi energi dapat dioptimalkan.
“Sekali lagi kami ingin menekankan bahwa ini adalah kerja bersama-sama mendorong EV. AEML pun tidak bisa berjalan sendiri, makanya kami selalu menghargai kolaborasi erat dengan berbagai stakeholder,” katanya.
Demi bisa mendorong transisi tersebut, AEML aktif membangun dialog dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Biasa kami melakukan berbagai FGD dan bekerja erat dengan teman-teman di BSN, dan juga dengan teman-teman di Dirjen Ketenagalistrikan, dan juga di PLN. Ini kolaborasi multisektor,” ujarnya.
Selain itu, AEML juga menggandeng mitra pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas implementasi EV. Ia berharap, pemerintah daerah dapat berperan lebih aktif sebagai contoh penerapan EV di wilayahnya masing-masing.
“Jujur kami mengharapkan Pemprov DKI ini kita bisa berkolaborasi lebih erat, sehingga DKI ini bisa menjadi contoh bagaimana sebuah wilayah itu menerapkan adopsi EV yang lebih baik,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Istihanah
Tag Terkait: