Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Banyak Pasien Covid-19 Dihantui Rasa Bersalah, Ini Alasannya...

Banyak Pasien Covid-19 Dihantui Rasa Bersalah, Ini Alasannya... Kredit Foto: Antara/Brian Snyder
Warta Ekonomi, Maryland -

Covid-19 tidak hanya memengaruhi seseorang secara fisik, tetapi juga mental. Para ahli kesehatan melihat bahwa beberapa pasien Covid-19 mengalami peningkatan rasa bersalah dan takut menyebarkan virus.

"Banyak orang mengalami emosi campuran, termasuk ketakutan dan rasa bersalah karena menginfeksi orang lain," kata seorang pekerja sosial berlisensi di Mount Sinai, Institut Kesehatan Paru Yahudi Nasional, Rachel Potter.

Baca Juga: Dengan Alat Ini, Tenaga Medis Lebih Aman Tangani Pasien Covid-19

“Dalam banyak kasus, ketika kita sakit, kita hanya perlu fokus pada kesehatan kita. Namun, karena Covid-19 sangat menular, kita tidak hanya memikiran kesembuhan diri sendiri tetapi juga beban tambahan karena kita berpotensi menginfeksi orang yang kita cintai. Terutama mereka yang berada dalam kategori berisiko tinggi,” tambah Potter seperti dikutip dari Fox News, Minggu (23/8/2020).

Barry Douglas setuju dengan apa yang diungkap Potter. Douglas, yang baru-baru ini didiagnosa Covid-19, mengatakan bahwa dia memiliki perasaan bersalah ketika dia jatuh sakit dan dinyatakan positif Covid-19.

“Saya merasa tidak enak, rasa khawatir menyebarkan virus juga sangat besar,” kata Douglas.

Warga Maryland, Amerika Serikat (AS), itu menjelaskan bagaimana dia pertama kali terjangkit virus Covid-19. Douglas mengalami gejala Covid-19 setelah sebelumnya pergi ke pantai, padahal ia mengaku telah menjaga jarak fisik. Gejala yang ia rasa seperti sakit kepala parah, hidung tersumbat, kehilangan indera perasa dan penciuman.

“Karena khawatir itu gejala Covid-19, saya tes ke RS dan hasilnya ternyata Positif. Saya merasa tidak enak, saya mulai berkendara pulang, dan langsung menelepon siapapun yang paling rentan yang telah berinteraksi belakangan ini,” kata Douglas.

Pria berusia 55 tahun itu mengungkap bagaimana perasaan cemas yang dirasakan setelah dinyatakan positif Covid-19. Tidak hanya cemas dengan nasibnya sendiri, ia juga khawatir jika dia menyebarkan virus yang berpotensi membunuh anggota keluarganya sendiri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: