Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Bank Indonesia (BI) menyebutkan indeks pergerakan harga pada Maret 2021 menunjukkan terjadi inflasi sebesar 0,09% secara bulanan/month to month (mtm) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya. Salah satu penyebab yaitu komoditas cabai rawit.
Dengan begitu, inflasi secara tahun kalender sebesar 0,45% (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy). Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (19/3/2021) mengungkapkan bahwa perkiraan ini didasari hasil survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral hingga minggu ketiga Maret 2021.
Baca Juga: Pekan Kedua Maret 2021, Inflasi Diprediksi 0,09%
Perry mengatakan, beberapa penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), ikan mas dan tomat masing-masing sebesar 0,01% (mtm). “Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai merah dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,03% (mtm),"pungkasnya.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2021 sebesar 0,10%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,26%. Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan bahwa inflasi Februari dipengaruhi enam kelompok pengeluaran masyarakat.
Di antaranya adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,07%. Beberapa bahan makanan yang menyumbang inflasi pada periode ini adalah cabai rawit, ikan segar, dan beras.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Alfi Dinilhaq
Tag Terkait: