Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jalan Buntu Perundingan China dan India, Nasib Perbatasan Bisa Gawat...

Jalan Buntu Perundingan China dan India, Nasib Perbatasan Bisa Gawat... Kredit Foto: Asian News International
Warta Ekonomi, New Delhi -

Pembicaraan antara komandan tentara India dan China terkait perbatasan kedua negara telah berakhir dengan jalan buntu dan gagal, Senin (11/10/2021). Kondisi ini memperpanjang kebuntuan selama 17 bulan yang sering kali menyebabkan bentrokan mematikan.

Kebuntuan yang terus berlanjut membuat kedua negara akan mempertahankan pasukan di daerah depan Ladakh untuk musim dingin kedua berturut-turut. Kementerian Pertahanan India mengaku memberikan saran konstruktif, tetapi pihak China tidak setuju. Bahkan, New Delhi menyatakan, Beijing tidak dapat memberikan proposal berwawasan ke depan.

Baca Juga: China dan India Singgung Lagi Konflik Perbatasan

Sebaliknya juru bicara militer China mengatakan, pihak India berpegang pada tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis. Permintaan tersebut menambah kesulitan dalam negosiasi untuk menyelesaikan ketegangan kedua pihak di perbatasan.

Para komandan dari kedua tentara bertemu untuk pembicaraan pada Minggu (10/10/2021). Pertemuan ini setelah jeda dua bulan dari perbincangan di Moldo.

Sejak Februari, baik India dan China telah menarik pasukan dari beberapa lokasi berhadapan di tepi utara dan selatan Pangong Tso, Gogra, dan Lembah Galwan.

Namun, kedua negara terus mempertahankan pasukan tambahan sebagai bagian dari pengerahan multi-tingkat. Laporan media India menyatakan, pasukan telah ditambahkan di Dataran Demchok dan Depsang.

Pembicaraan terbaru ini terjadi di tengah rasa frustrasi yang diungkapkan oleh panglima militer India M.M. Naravane atas pengerahan besar-besaran pasukan dan persenjataan oleh pihak China.

"Ya, ini adalah masalah yang mengkhawatirkan bahwa pembangunan skala besar telah terjadi dan terus berlangsung, dan untuk mempertahankan pembangunan semacam itu, telah ada pembangunan infrastruktur dalam jumlah yang sama di pihak China," katanya pada Sabtu (9/10/2021).

“Jadi, itu berarti mereka (China) ada di sana untuk tinggal. Kami mencermati semua perkembangan ini, tetapi jika mereka ada di sana untuk tinggal, kami juga ada di sana untuk tinggal," kata Naravane.

Baca Juga: Waspadalah! Permainan Sambo Disebut Sudah Tidak Beres: Mana Bisa Sapu Kotor Menyapu Bersih?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: