Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Harapan Baru! Obat Covid-19 dari Pfizer Efektif 89 Persen Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian

Harapan Baru! Obat Covid-19 dari Pfizer Efektif 89 Persen Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian Kredit Foto: Unsplash/Christina Victoria Craft
Warta Ekonomi -

Obat percobaan untuk mengobati Covid-19 yang dikembangkan Pfizer mampu mengurangi risiko rawat inap atau kematian hingga 89 persen pada orang dewasa yang rentan, menurut hasil uji klinis.

Dilansir dari BBC, Paxlovid ditujukan untuk diberikan segera setelah gejala berkembang pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit Covid-19 parah. Pfizer pun menghentikan uji coba lebih awal dengan alasan hasil awalnya sangat positif.

Sementara itu, Inggris telah memesan 250 ribu set obat baru Pfizer ini bersama 480 ribu set obat molnupiravir dari Merck.

Baca Juga: Covid Oh Covid... Makin Ngeri Aja, Studi Menemukan Covid-19 di Sperma Pria Indonesia! Ya Ampun...

Dikenal sebagai protease inhibitor, Paxlovid dirancang untuk memblokir enzim yang dibutuhkan virus corona untuk berkembang biak. Ketika diminum bersamaa dengan pil antivirus lain yang bernama ritonavir dalam dosis rendah, obat ini akan bertahan lebih lama di dalam tubuh. Tiga pil Paxlovid diminum 2 kali sehari selama 5 hari.

Pengobatan kombinasi ini bekerja dengan cara yang sedikit berbeda dengan obat mulnopiravir dari Merck yang memasukkan kesalahan ke dalam kode genetik virus.

Pfizer pun berencana untuk menyerahkan hasil uji coba sementara ini ke Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) untuk pengajuan persetujuan penggunaan darurat. Menurut CEO Pfizer Albert Bourla, Paxlovid berpotensi menyelamatkan nyawa pasien, mengurangi tingkat keparahan infeksi Covid-19, dan mengurangi 9 dari 10 rawat inap.

Baca Juga: Penderita Diabetes Jangan Sekali-kali Tinggalkan Makan-Minum saat Sakit Meski Sulit, Bahayanya…

Menurut data sementara dari uji coba pengobatan pada 1.219 pasien berisiko tinggi yang baru saja terinfeksi Covid-19, hanya 0,8 persen dari mereka yang diberi Paxlovid dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan 7 persen pasien yang diberi plasebo.

Mereka diberi obat tersebut dalam waktu 3 haru sejak gejala Covid-19 dimulai.

Tujuh pasien yang diberi plasebo meninggal dunia. Sebaliknya, tak ada satu pun kematian dalam kelompok yang diberi Paxlovid.

Ketika obat ini diberikan dalam waktu 5 hari setelah gejala muncul, hanya 1 persen yang diberikan Paxlovid berakhir rawat inap di rumah sakit dan tak ada yang meninggal. Sementara itu, 6,7 persen dari kelompok plasebo dirawat di rumah sakit dan 10 dari mereka meninggal dunia.[]

Baca Juga: Penderita Diabetes Masih Mau Makan Nasi Putih? Tenang! Anda Bisa Makan dengan Porsi…

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan