Kemenkes Sebut Vaksin Booster Belum Dibutuhkan di RI: Pemerataan Vaksin Lebih Utama

Kemenkes Sebut Vaksin Booster Belum Dibutuhkan di RI: Pemerataan Vaksin Lebih Utama Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio/Lmo

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut pemberian vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster masih belum dibutuhkan di RI saat ini. Ia menekankan pemerataan vaksinasi lebih utama dibanding pemberian vaksin booster.

Pandangan ini menimbang sejumlah negara yang kembali mengalami lonjakan kasus masih memiliki masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi. Dengan demikian, meskipun cakupan vaksinasi telah mencapai 50%-60%, virus Covid-19 masih memiliki celah untuk berpindah dan menginfeksi masyarakat.

Baca Juga: Raksasa Farmasi Pfizer Mulai Produksi Vaksin buat Varian Omicron

"Itu yang menjadi celah. Kita tahu virus itu punya kesempatan untuk menyebar dan menginfeksi banyak orang, maka dia akan lebih mudah membuat mutasi atau varian baru. Itu adalah bagian dari adaptasinya," ujar Nadia dalam dialog virtual, Rabu (1/12/2021).

Untuk itu, Nadia mendorong masyarakat yang belum menerima vaksinasi dosis 1 dan 2 untuk segera melakukan vaksinasi. Terlebih, ketersediaan vaksin saat ini masih terbatas sehingga akan lebih efektif bila digunakan untuk mewujudkan masyarakat menerima vaksinasi dosis lengkap.

Dengan begitu, virus Covid-19 memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk berkembang dan menghasilkan varian baru.

Berdasarkan laman resmi Kemenkes, cakupan vaksinasi dosis 1 telah mencapai 140.532.657 dosis atau setara dengan 67,48% per 1 Desember 2021 pukul 18.00 WIB. Sementara, dosis kedua telah mencapai 96.854.540 dosis atau sebesar 46,51%.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini