Terungkap, Ternyata Bukan Covid-19 yang Bikin Orang Ogah Liburan Tapi...

Terungkap, Ternyata Bukan Covid-19 yang Bikin Orang Ogah Liburan Tapi... Kredit Foto: Reuters/Andrew Boyers

Sebuah survei yang dilakukan Indoguidebook.com menemukan sebanyak 53% responden menyatakan bahwa akhir tahun ini akan menghabiskan waktu di rumah saja dan 47% merencanakan untuk berangkat liburan akhir tahun dengan destinasi mayoritas ke luar kota. Mayoritas atau sebesar 46% masyarakat menyatakan bahwa alasan utama mereka tidak ingin pergi liburan akhir tahun ini karena tidak ada uangnya.

Content Marketing Specialist IndoGuideBook, M. Ridho Utama mengatakan, pihaknya menemukan yang sedang terjadi saat ini adalah, para responden di range usia produktif kesulitan dalam mencari pekerjaan. 

"Hasil temuan ini awalnya mengejutkan, karena biasanya akhir tahun merupakan ajang liburan semua warga dari segala jenis status demografis, finansial dan psikososial. Setelah melakukan analisis kualitatif lebih dalam, pada akhirnya kami berusaha memahami fenomena yang sedang terjadi," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/12/2021). Baca Juga: Update COVID-19 Hari ini: Kasus Positif 196 Orang, Total Sembuh 4.106.292 Orang

Edo mengatakan, kemungkinan besar, banyak pula yang awalnya sudah memiliki pekerjaan tetap namun terpaksa harus berhenti dari pekerjaan yang mereka tekuni karena pandemi Covid-19 benar-benar mengobrak-abrik hampir semua jenis industri. 

"Hal ini pada akhirnya mengakibatkan banyak perusahaan harus melakukan langkah ekstrim mulai dari pemotongan gaji hingga yang terburuk adalah pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujarnya.

Alasan kedua masyarakat tidak pergi liburan pada akhir tahun ini adalah karena sibuk bekerja sebanyak 17 persen, diikuti alasan takut akan penyebaran COVID-19 sebesar 15 persen.

"Yang pasti hingga saat ini pandemi COVID masih belum berakhir. Untuk itu kami mengimbau masyarakat yang ingin berlibur untuk menerapkan protokol kesehatan 5M: Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," ujar Edo.

Untuk pergi liburan, masyarakat lebih memilih menggunakan (56%), lalu pesawat (30%), kemudian moda transportasi lain seperti motor, kereta, bus dan kapal.

Sementara untuk tempat tujuan berlibur, mayoritas responden (63%) menyatakan bahwa akan menginap di hotel. Sebanyak 21% memilih untuk menginap di sebuah villa terpencil dan 10% memilih untuk menyewa rumah di tempat tujuan. 

"Sisanya sebanyak 5% responden memiliki jawaban yang bervariasi, salah satunya adalah menginap di rumah keluarga," kata Edo memaparkan. Baca Juga: Penyintas Covid-19 Belum Tentu Terlindungi dari Omicron

Selain itu, 66% responden menyatakan setuju banget ketika ditanyakan pendapatnya mengenai kebijakan pemerintah mewajibkan para calon wisatawan untuk melaksanakan rapid test antigen atau swab PCR. Alasannya tentu saja demi mencegah penyebaran dan penularan virus COVID-19.

Sementara ketika responden mengenai aktivitas yang dilakukan di kala pandemi, pergi ke cafe atau restoran merupakan pilihan utama para responden, disusul oleh sepedaan dan wisata alam di posisi kedua dan posisi ketiga ditempati oleh kegiatan berenang. 

"Main golf sendiri merupakan kegiatan pilihan kelima berdasarkan survey ini," kata Edo.

Temuan survei Indoguidebook.com juga menyatakan bahwa sebanyak 78% responden menyatakan bahwa masker adalah sebuah barang yang harus ada saat kemana pun mereka pergi, di posisi kedua ada hand sanitizer dan di posisi ketiga adalah barang lainnya seperti alat makan sendiri, disinfektan dan juga tisu basah.

"Sekarang, menggunakan masker di tempat umum merupakan sebuah kewajiban. Ini adalah hasil dari kebijakan pemerintah Indonesia," tutur Edo.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini