Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masyarakat Diminta Siap! Menteri Luhut Nyalakan Alarm Bahaya

Masyarakat Diminta Siap! Menteri Luhut Nyalakan Alarm Bahaya Kredit Foto: GenPI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bunyikan alarm bahaya, masyarakat diimbau membatasi keluar rumah.

Begitu juga dengan perkantoran untuk bisa kembali menerapkan Work From Home (WFH) guna menekan laju penyebaran Covid-19 varian Omicron. Luhut menegaskan bahwa meski sistem kesehatan Indonesia sudah cukup siap dalam menghadapi Omicron, kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama.

Baca Juga: Puncaknya Omicron Terjadi di Februari hingga Maret, Luhut: Pengetatan Mobilitas Jadi Opsi Terakhir

"Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah," kata Luhut dalam keterangannya, Minggu (16/1).

Luhut mengungkapkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, tetap mengikuti level PPKM berdasarkan asesmen yang ada. "Tidak usah kita kumpul-kumpul. Sama halnya dengan perkantoran, jika opsi WFH masih tetap mampu menjaga tingkat produktivitas, kami serahkan kepada pimpinan teratas untuk melakukan asesmen sendiri," jelasnya.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu pun mengimbau agar kegiatan perkantoran bisa diatur agar tidak perlu 100 persen WFO (Working From Office).

"Kami mengimbau, kalau di kantor tidak perlu 100 persen. Jadi diatur saja, lihat situasinya, apakah dibikin 75 persen untuk dua minggu ke depan," ujarnya.

Luhut mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga meminta agar seluruh masyarakat dapat membatasi diri untuk berpergian ke luar negeri.

"Hanya kalau betul-betul perlu saja pergi ke luar negeri. Pejabat-pejabat pemerintah malah sudah dilarang untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk tiga minggu ke depan ini," katanya.

Luhut juga mengingatkan agar seluruh masyarakat agar terus taat dan mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, kelalaian dan kecerobohan sekecil apapun yang timbul nyatanya akan mengulang pengalaman kelam di masa lalu, yaitu melonjaknya kasus Covid-19.

"Saya mohon supaya kita semua satu. Ini adalah alarm bagi kita semuanya untuk mulai kembali awas dalam memasuki varian baru Omicron," pungkas Luhut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan