Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kiamat Baru di Korea Utara Bikin Kim Jong Un Pusing

Kiamat Baru di Korea Utara Bikin Kim Jong Un Pusing Kredit Foto: KCNA
Warta Ekonomi, Pyongyang, Korea Utara -

Ada kiamat Baru di Korut yang berdampak luar biasa. Pemimpin Korut Kim Jong Un langsung pusing.

Kiamat baru yang dimaksud di sini adalah krisis ban. Sekilas terlihat sepele.

Baca Juga: Moon Jae-in Ogah Putus Asa Buka Perdamaian dengan Kim Jong Un, Ini Caranya

Tapi efek dari krisis ban itu sangat panjang. Logistik lumpuh. Beragam bisnis juga ikut terganggu.

Kegiatan ekonomi Korut diketahui sejauh ini masih sulit dilakukan secara normal.

Otoritas negara komunis itu masih membatasi perdagangan luar negeri dengan beberapa alasan.

Salah satunya adalah pandemi Covid-19 di mana Korut sedang membatasi akses masuk demi mengekang virus.

Tak hanya itu, krisis pangan juga saat ini sedang melanda di negara itu. 

Bahkan, pemimpin tertinggi negara itu, Kim Jong Un, meminta warganya untuk 'mengencangkan ikat pinggang mereka' hingga setidaknya tahun 2025 mendatang

Saat ini, beberapa perusahaan ekspedisi hanya mampu mengoperasikan 50% armadanya.

Kekurangan ini sendiri diakibatkan dari penutupan perbatasan selama dua tahun dan larangan perdagangan dengan China karena covid-19, yang membuat Korut tidak memiliki kapasitas produksi ban yang mumpuni.

Tanpa ban, mobil-mobil di Korut banyak yang mangkrak. Banyak yang hanya diparkir tanpa bisa ke mana-mana. 

"Kekurangan ban telah terjadi di masa lalu, tetapi sangat sulit untuk menemukannya akhir-akhir ini, seperti yang terjadi selama Maret yang sulit," ujar seorang sumber, seperti dikutip mengutip Radio Free Asia, Senin (171/2022).

Dia merujuk pada kelaparan dan keruntuhan ekonomi Korea Utara 1994-1998 yang menewaskan jutaan rakyat.

"Pengemudi akan menggunakan ban yang sama sampai tapaknya aus dan mengkilat," tambah sumber itu.

Bahaya pun muncul lantaran banyak yang menggunakan kembali ban yang bocor atau sobek demi mobilitas.

"Terkadang mobil harus dimiringkan karena ban yang mereka gunakan lebih besar atau lebih kecil dari spesifikasi kendaraan," sebutnya lagi. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan