Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masyarakat Tak Bisa Pilih Jenis Vaksin Booster, Ini Penjelasannya

Masyarakat Tak Bisa Pilih Jenis Vaksin Booster, Ini Penjelasannya Kredit Foto: BUMN Holding Jasa Survei
Warta Ekonomi -

Masyarakat tidak bisa memilih jenis vaksin yang akan digunakan sebagai vaksin booster. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro.

“Sebenarnya sudah ada panduannya, jadi kita tidak bisa memilih merek-merek vaksin. Sudah ada aturannya dari badan pemerintah ataupun para ahli, yang sudah melakukan penelitian terkait dari jenis terkait dari dosisnya,” katanya di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Reisa menyebutkan lima vaksin yang bisa digunakan sebagai booster oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Zivifax yang sudah mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (EUA).

"Setiap jenis sudah diatur berdasarkan hasil penelitian BPOM dan para ahli berdasarkan dosis dari vaksin masing-masing, sehingga masyarakat tidak bisa memilih tiap jenisnya," tuturnya.

Lebih lanjut, pemberian vaksin booster akan dibedakan menjadi dua macam, yakni homolog dan heterolog. Secara homolog adalah vaksin yang diberikan sama dengan vaksin primer atau dosis pertama dan kedua seseorang.

Untuk heterolog adalah vaksin booster diberikan secara berbeda dengan vaksin primernya.

Dia mencontohkan, bila seseorang memiliki riwayat vaksin primer menggunakan Sinovac, maka homolog yang disarankan dapat menggunakan Sinovac kembali dalam dosis lengkap.

Bisa juga berupa heterolog dengan menggunakan Pfizer dalam setengah dosis maupun AstraZeneca setengah dosis.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan