Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Berawal dari Keisengan, Pemuda Ini Ubah Puntung Rokok Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Berawal dari Keisengan, Pemuda Ini Ubah Puntung Rokok Jadi Barang Bernilai Ekonomis Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Ide Dua Cipta resmi memperkenalkan KYB Project, sebuah gerakan kreatif berkelanjutan yang mengolah limbah konsumsi harian menjadi bahan baku multiguna yang berpotensi dapat dimanfaatkan dalam pengembangan aneka produk kebutuhan sehari-hari.

Dengan menggandeng multipihak dan komunitas, PT Ide Dua Cipta memperkenalkan alternatif bahan baku terbarukan untuk praktik usaha kreatif yang berkelanjutan. Alternatif bahan baku tersebut berangkat dari kesadaran akan gaya hidup sekitar dan kebutuhan produksi studio anak perusahaannya, ONX Idea Studio. KYB Project mengembangkan metode pengolahan hulu ke hilir yang berkelanjutan dan nyaris tanpa limbah.

Baca Juga: Optimis Prospek Bisnis di 2022, CSAP Ekspansi Gerai Mitra10 di Pekanbaru

Terobosan produksi almost zero waste ini dikembangkan melalui rangkaian riset kreatif menggunakan konsumsi energi tepat guna dan bahan dasar bio-chemical sehingga mendukung terciptanya ekosistem sirkular.

"Ada puntung rokok kayak gini, kami pikir ko mau ngapain ya dengan puntung rokok yang kita hasilkan. Akhirnya, kami olah, kami menemukan kompetensi dari itu, dari keisengan. Akhirnya terbentuk lah Kick Your Butt! sebagai lab yang menyeriusi risetnya," ujar Rony Rahardian, Direktur Utama PT Ide Dua Cipta saat ditemui Warta Ekonomi, Sabtu (22/1/2022).

Sejak dibentuk pada tahun 2019, Rony bersama dengan timnya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk dapat menemukan formula yang tepat guna mampu mengubah limbah terutama puntung rokok menjadi salah satu produk yang berguna. Meski begitu, sampai saat ini telah diciptakan beberapa produk yang nantinya akan diperkenalkan kepada masyarakat akan kegunaan lain dari puntung rokok tersebut.

"Untuk 2 tahun terakhir ini kami ada 13 produk. Nah, yang sekarang di workshop-in ini adalah salah satu produk pertama waktu research. Kami membuat beton jadi lebih ringan dengan campuran puntung rokok," ujarnya.

Produk tersebut terdiri dari beberapa barang mulai dari cella flake, jam tangan, hingga frame kacamata. Ronny mengatakan bahwa akan ada beberapa produk yang dirilis di tahun 2022.

"Ada furnitur, ada lantai, kami ada 8 kolaborasi. Kolaborasi pertama sama woods maker di Bandung yang biasa pake kayu. Terus kami ngobrol, bisa kali diganti pake bahan kami. Kami develop bareng, jadi. Kami akan rilis di Februari. Kemudian nanti di bulan apa ada produk lagi yang akan rilis sesuai dengan kolaborator," ujarnya.

Meskipun akan meluncurkan beberapa produk yang berasal dari limbah puntung rokok pada 2022, produk tersebut tidak akan diperjualbelikan. Rony menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk membuat suatu sistem, guna mendapatkan produk tersebut masyarakat bisa memperolehnya dengan menggunakan koin.

"Yang menariknya lagi tuh ngga dijual, tapi kami pengen distribusinya banyak. Nah, kenapa ngga dijual? Karena kami pengen bikin satu sistem, untuk pembeliannya itu ngga pake uang, tapi dengan koin. Semua orang yang datang ke sini akan dapat 1 poin, saya anggap mereka udah menelan ilmu pengetahuan dari kami," ujarnya.

Rony mengatakan, hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui riset yang dilakukan oleh timnya. Dengan begitu, setidaknya masyarakat akan memiliki kesadaran tersendiri untuk dapat mengolah limbah. Selain itu, hal tersebut juga berdasarkan pengalaman pada 2020 di mana masyarakat yang membeli produknya hanya menilai dari sisi tampilan dari barang saja, tidak melihat komposisi dari produk itu sendiri.

"Tahun lalu kami jual satuan nih, orang cuman melihat siapa yang merilis barang tersebut, baragnya bagus, bentuknya lucu, satu yang missing adalah mereka ngga tau itu bahannya dari apa. Akhirnya kami merasa ada yang salah dan ngobrol lagi, dari tim sepakat bahwa tahun ini distribusinya banyak, tapi ngga dijual. Akhirnya berbalik melalui workshop," ujarnya.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan