Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

F-35 Amerika Kecelakaan di Atas Laut China Selatan, Sebelum Terjadi Kondisinya...

F-35 Amerika Kecelakaan di Atas Laut China Selatan, Sebelum Terjadi Kondisinya... Kredit Foto: Reuters/Soe Zeya Tun
Warta Ekonomi, Washington -

Sebuah pesawat tempur F-35C mengalami kecelakaan pendaratan di dek kapal induk USS Carl Vinson di Laut Cina Selatan (LCS) pada Senin (24/1/2022).

Menurut Angkatan Laut AS, pilot pesawat itu terlempar dan sebanyak tujuh personel militer terluka. 

Baca Juga: Amerika Cari Cara Percepat Pengiriman Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Sebuah pernyataan Angkatan Laut mengatakan insiden itu terjadi selama operasi penerbangan rutin di LCS.

"Pilot dengan selamat keluar dari pesawat dan ditemukan melalui helikopter militer AS. Pilot dalam kondisi stabil. Total ada tujuh anggota Angkatan Laut yang terluka," ujarnya. 

Pernyataan itu mengatakan tiga personel memerlukan evakuasi ke fasilitas medis di Manila dan empat dirawat di atas kapal induk dan dibebaskan.

Semua personel yang dievakuasi dinilai dalam kondisi stabil. Angkatan Laut mengatakan penyebab kecelakaan dalam penerbangan sedang diselidiki. Pesawat tempur yang mengalami kecelakaan adalah Jet F-35 dibuat Lockheed Martin. 

Pentagon mengatakan dua Grup Serangan Kapal Induk Angkatan Laut AS, yang dipimpin oleh Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln mulai beroperasi di LCS pada Minggu (23/1).

Kapal induk memasuki laut yang disengketakan untuk pelatihan ketika Taiwan melaporkan serangan baru angkatan udara Cina di bagian atas jalur air tersebut.

Musibah itu bukan yang pertama dialami pesawat berkemampuan siluman seharga berkisar Rp 2 triliun tersebut. Sebelumnya F-35 milik Inggris dan Korea Selatan juga  mengalami musibah ketika melakukan penerbangan.

F-35 milik Inggris jatuh ke laut ketika hendak lepas landas dan F-35 Korea Selatan terpaksa mendarat darurat dengan cara belly landing atau menggunakan perut pesawat tanpa mengeluarkan roda pendarat.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan