Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Catat! CDC Nyatakan 15 Negara Ini Tak Layak Dikunjungi Warga Amerika

Catat! CDC Nyatakan 15 Negara Ini Tak Layak Dikunjungi Warga Amerika Kredit Foto: Reuters/Tami Chappell
Warta Ekonomi, Washington -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyarankan warga AS agar tidak bepergian ke 15 negara dan wilayah, karena peningkatan jumlah kasus COVID-19.

CDC meningkatkan rekomendasi perjalanannya ke "Tingkat Empat: Sangat Tinggi" untuk Kolombia, Kosta Rika, Republik Dominika, Fiji, Jamaika, Guadalupe, Kuwait, Mongolia, Niger, Peru, Rumania, Saint Barthelemy, Saint Martin, Tunisia, dan Uni Emirat Arab (UAE).

Baca Juga: CDC Ungkap Indonesia Berisiko Rendah Penularan COVID-19

CDC sekarang merekomendasikan untuk tidak bepergian ke sekitar 115 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Departemen Luar Negeri pada Senin menaikkan rekomendasinya ke "Tingkat Empat: Jangan Bepergian" untuk 14 negara dan wilayah yang statusnya juga ditingkatkan oleh CDC. Departemen Luar Negeri telah memasukkan Mongolia di Level Empat.

Sekitar 140 negara terdaftar di "Jangan Bepergian", termasuk beberapa untuk masalah non COVID-19.

Sejak pertengahan Desember, pemerintah AS telah menambahkan lebih dari 50 negara dan wilayah ke dalam daftar tempat yang harus dihindari, karena penyebaran virus corona varian Omicron.

CDC juga menaikkan peringatan perjalanan untuk 10 negara lainnya ke "Tingkat Tiga: Tinggi" yang mendesak orang Amerika yang tidak divaksin untuk menghindari perjalanan yang tidak penting, termasuk Jepang, India, Kongo, Guatemala, Mali, Kirgistan, dan Senegal.

Pemerintahan Biden setuju bulan lalu untuk mencabut pembatasan perjalanan di delapan negara Afrika selatan yang diberlakukan pada November, termasuk Afrika Selatan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan