Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perhatian, Ramalan Orang Amerika Soal Invasi Besar Rusia ke Ukraina Semoga Tidak Terjadi

Perhatian, Ramalan Orang Amerika Soal Invasi Besar Rusia ke Ukraina Semoga Tidak Terjadi Kredit Foto: Reuters/Gleb Garanich
Warta Ekonomi, Washington -

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (26/1/2022) mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menggunakan kekuatan militer di Ukraina pada pertengahan Februari di tengah eskalasi ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

"Saya tidak tahu apakah dia (Putin) sudah membuat keputusan akhir, tetapi kami pasti melihat setiap indikasi bahwa dia akan menggunakan kekuatan militer suatu saat, mungkin sekarang dan pertengahan Februari," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman.

Baca Juga: Makin Panas! Detik-detik Tentara Ukraina Tembak Pabrik Militer, Kronologinya...

Pernyataan itu dibuat di forum virtual Strategi Eropa Yalta di mana dia mengatakan Olimpiade Beijing dimulai pada 4 Februari dan Putin diperkirakan akan berada di sana.

"Saya pikir mungkin Presiden Xi Jinping tidak akan senang jika Putin memilih saat itu untuk menyerang Ukraina. Jadi itu bisa mempengaruhi waktu dan pemikirannya," kata Sherman.

Dia mengatakan Putin tidak ingin Ukraina masuk ke NATO, "tetapi tindakannya membuat rakyat Ukraina lebih ingin masuk ke NATO."

"Kami ingin mendukung Ukraina. Kami tidak akan melakukan apa pun terkait Ukraina tanpa Ukraina," tambah dia.

Rusia baru-baru ini mengumpulkan 100.000 tentara di dekat Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer baru terhadap negara bekas tetangga Sovietnya.

Moskow membantah sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan. Sebaliknya, Rusia mengeluarkan daftar tuntutan keamanan kepada NATO, termasuk Ukraina tidak bergabung dengan NATO, untuk menenangkan ketegangan yang ada.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan