Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Suara Lantang Murid Tertua Rizieq Shihab: Edy Mulyadi Wajib Dibebaskan!

Suara Lantang Murid Tertua Rizieq Shihab: Edy Mulyadi Wajib Dibebaskan! Kredit Foto: Instagram/Novel Bamukmin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Murid tertua eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Novel Bamukmin meminta segera membebaskan tersangka kasus ujaran kebencian Edy Mulyadi yang sekarang ini sedang meringkuk  di penjara.

Menurut Wasekjen Persaudaran Alumni 212 ini, pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan tempat jin membuang anak itu tidak bisa dipidana, lantaran ucapan itu hanya kiasan yang merujuk pada suatu tempat yang jauh, tak ada unsur penghinaan yang terdapat dalam kalimat itu.

Novel kemudian mengatakan, Edy Mulyadi memang telah menjadi target rezim saat ini lantaran memilih  berdiri di seberang pemerintah, dan mengkritik semua kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

Baca Juga: Beda Edy Mulyadi dengan Arteria Dahlan, Pakar Hukum Sebut Kiamat Jika Anggota DPR Lagi Kerja Dihukum

“Kasus Edi Mulyadi atau baru bahasa kiasan maka dengan gampang terjerat karena memang orang yang tidak sejalan dengan rezim saat ini,” kata Novel kepada wartawan Senin (7/2/2022).

Novel melanjutkan, yang pantas diproses hukum dan dijebloskan ke pejara adalah politisi PDI Perjuangan Arteria Dahalan terkait kasus bahasa Sunda. 

Walau Arteria Dahalan oleh sejumlah masyarakat Sunda diannggap menghina bahasa daerah mereka, namun  kekinian kasus itu tidak diteruskan polisi. Alasannyaa kasus ini tak memenuhi unsur pidana.

“Arteria Dahlan wajib untuk diproses di kepolisian karena diduga masuk unsur pidana yang menjurus Pasal UU ITE,” tutur Novel.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya pastikan bahwa laporan masyarat Sunda terhadap Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan tak bisa diproses.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan