Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Manuver Perusahaan Milik Hary Tanoesoedibjo Sikapi Kerugian: Banting Setir ke Bisnis....

Manuver Perusahaan Milik Hary Tanoesoedibjo Sikapi Kerugian: Banting Setir ke Bisnis.... Kredit Foto: Instagram Hary Tanoesoedibjo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Awal tahun 2022 menjadi momentum bagi perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo untuk bertransformasi. Menanggalkan nama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA), kini perusahaan afiliasi MNC Group itu resmi menyandang nama baru menjadi PT MNC Energy Investments Tbk.

Perubahan nama tersebut diikuti pula dengan perubahan kegiatan usaha utama perusahaan dari sebelumnya sektor angkutan udara niaga menjadi ke sektor pertambangan. Terhitung sejak 10 Februari 2022, IATA menjalankan usaha di bidang investasi dan perusahaan induk, khususnya di sektor pertambangan batu baraBaca Juga: Adaro Energy Berganti Nama, Boy Thohir Harapkan Ini dari Sosok Michael Soeryadjaya Sang Bos Baru!

"Perubahan ini dilakukan untuk memitigasi kerugian akibat pandemi Covid-19," pungkas manajemen, dilansir pada Kamis, 10 Februari 2022.

Kinerja bisnis angkutan udara yang belum pulih menjadi salah satu pertimbangan IATA dalam melakukan perubahan nama dan kegiatan usaha. Diketahui, IATA mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$7,2 juta pada September 2021, naik 15% dibanding US$6,3 juta pada September 2020. 

Akan tetapi, kenaikan tersebut diikuti dengan kenaikan berbagai beban usaha yang menghasilkan rugi bersih sebesar US$4,7 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2021, naik 118% dibanding rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumya sebesar US$2,1 juta. IATA meyakini, ekspansi di bidang usaha baru menjadi solusi untuk memperbaiki nilai perusahaan ketika industri penerbangan masih belum pulih.

"Memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan dan permintaannya yang terus meningkat, IATA mengambil langkah strategis dengan merambah ke sektor energi, khususnya tambang batu bara," tutupnya.

Baca Juga: Pendapatan Asuransi Jiwa Capai Rp 164,55 Triliun, Turun 4% di Kuartal III 2022

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: