Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mendag Lutfi Akui Kena Prank Mafia Minyak Goreng, Kok Bisa?

Mendag Lutfi Akui Kena Prank Mafia Minyak Goreng, Kok Bisa? Kredit Foto: GenPI
Warta Ekonomi -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menduga ada mafia minyak goreng yang dengan sengaja menyelundupkan puluhan juta liter minyak goreng ke luar negeri.

Hal ini terjadi saat pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi atau HET maksimal Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium.

Baca Juga: Kritisi Kebijakan Mendag Lutfi, Dasco: Menunjukkan Tidak Berpihak pada Rakyat, Hanya Macan Kertas!

Lutfi menuturkan puluhan juta liter minyak goreng tersebut seharusnya disalurkan ke Jakarta, Medan hingga Surabaya.

Namun, saat kebijakan HET ditetapkan, pasokan minyak goreng tersebut hilang begitu saja.

Dia menyebut berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), ada 25 juta liter pasokan minyak goreng yang disalurkan ke Medan.

Saat mengecek ke lapangan, dia terkejut, pasokan dengan jumlah tersebut tidak ditemui bahkan minyak goreng di lokasi masih langka.

"Di Medan itu mendapatkan 25 juta liter. Saya pergi ke kota Medan, saya pergi ke pasar, saya pergi ke supermarket tidak ada minyak goreng," katanya di Jakarta, Kamis (17/3).

Dia menjelaskan hal yang sama juga terjadi di dua kota besar lainnya. Di Jakarta pasokan minyak goreng disalurkan hingga 85 juta liter, sementara Surabaya 91 juta liter.

Saat kembali ditelusuri, minyak goreng yang tersedia tidak sesuai dengan data penyaluran.

Dia menduga ada sejumlah oknum yang memanfaatkan situasi dengan menyelundupkan minyak goreng ke luar negeri.

Mereka memanfaatkan selisih keuntungan dari kenaikan harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dengan kebijakan domestic market obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

"Deduksi kami adalah ini ada orang-orang yang mengambil kesempatan di dalam kesempitan," ujarnya. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan