Kuliti Metode Cuci Otak Terawan, IDI Buka-bukaan 5 Fakta Mengejutkan, Gak Disangka Ternyata...

Dengan itu maka akan timbul masalah yang besar, apalagi digunakan untuk orang yang terkena stroke yang lebih dari satu bulan. Karena bila dilihat dari literatur mana pun, katanya, darah yang telah mengeras, heparin tidak efektif untuk melarutkan bekuan darah.
Kelemahan kedua, dia menjelaskan, pada uji klinik yang dilakukan Terawan tidak memiliki kelompok pembanding. Rianto menuturkan sangat sulit menerima kesahihan penelitian tanpa adanya pembanding.
Ketiga, dalam menggunakan tolok ukur keberhasilan Terawan menggunakan parameter pengganti, yaitu dengan pelebaran pembuluh darah.
“Seharusnya uji klinik yang baik tolok ukurnya tidak boleh itu, tapi perbaikan yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh pasien,” katanya.
Keempat, Rianto mengatakan, dasar penentuan sampel sebanyak 75 orang tidaklah jelas. Dan yang kelima, Terawan menggunakan prosedur diagnostik yang digunakan untuk prosedur terapeutik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait: