Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kisah Orang Terkaya: Bruce Kovner, Akademisi yang Banting Stir Jadi Investor, Kini Jadi Miliarder

Kisah Orang Terkaya: Bruce Kovner, Akademisi yang Banting Stir Jadi Investor, Kini Jadi Miliarder Kredit Foto: Twitter/Beto Saadia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Salah satu orang terkaya di dunia ialah Bruce Kovner yang merupakan miliarder serta investor CAM Capital yang mengelola investasi pribadi dan portofolio bisnisnya. Kovner adalah pendiri dan ketua Caxton Associates, dana lindung nilai makro global.

Kovner pensiun dari hedge fund pada 2011 setelah menjalankannya selama tiga dekade. Ia merupakan lulusan bidang Pemerintahan dari Universitas Harvard pada tahun 1966. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya USD6,2 miliar (Rp89 triliun).

Kovner lahir di Brooklyn, NY, pada tahun 1945. Ia dan orang tuanya merupakan imigran Eropa Timur yang berjuang melalui depresi dan pada tahun 1953 dengan memindahkan keluarganya ke pinggiran kota Los Angeles. Bruce bersekolah di sekolah umum dan berprestasi. 

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Melinda French Gates, Janda dari Bill Gates yang Cerdasnya Bukan Main

Terinspirasi oleh John F. Kennedy untuk mengeksplorasi karir di bidang kebijakan publik, Kovner kuliah di Harvard dengan beasiswa. Di Cambridge ia belajar pemerintahan dan ekonomi serta secara khusus dipengaruhi oleh trio profesor Harvard: Henry Kissinger, Edward Banfield dan James Q. Wilson.

Kemudian, berkat didorong oleh Banfield dan Wilson untuk mengikuti jejak mereka di dunia akademis, Kovner mendaftar di Kennedy School of Government untuk belajar meraih gelar Ph.D. dalam ilmu politik. Setelah empat tahun, setelah menyelesaikan pekerjaan kursus dan ujian untuk gelar PhD, Kovner memutuskan untuk meninggalkan kehidupan akademis untuk menjelajahi jalur karir lainnya.

Selama beberapa tahun berikutnya, Kovner bekerja pada kampanye politik dan sebagai ajudan Kongres. Ia bepergian dan bergabung dengan mentornya, Prof. Banfield, di University of Pennsylvania untuk tugas mengajar dan penelitian.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Bagikan Artikel:

Video Pilihan