Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ancamannya Ngeri! Amerika Serius Jatuhkan Sanksi Jika China Lakukan Ini ke Rusia

Ancamannya Ngeri! Amerika Serius Jatuhkan Sanksi Jika China Lakukan Ini ke Rusia Kredit Foto: Sputnik/Kremlin/Ramil Sitdikov
Warta Ekonomi, Washington -

Amerika Serikat (AS) mengancam menjatuhkan sanksi ke China jika negara tersebut berani memberikan dukungan material kepada Rusia dalam peperangan di Ukraina. Peringatan itu muncul setelah Beijing menyampaikan bahwa mereka berniat terus memperkuat hubungan strategis dengan Moskow.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengungkapkan, China tidak membantu situasi di Ukraina dengan melakukan hal-hal seperti memperkuat kampanye disinformasi Rusia. Sherman berharap China dapat memetik pelajaran dari perang Rusia, termasuk bahwa ia tidak dapat memisahkan AS dari sekutunya.

Baca Juga: Solomon Girang dengan China, Amerika, Australia dan Selandia Baru Waswas dengan Pangkalan Militer...

“Mereka (China) telah melihat apa yang telah kami lakukan dalam hal sanksi, kontrol ekspor, penunjukan, vis-a-vis Rusia, jadi itu harus memberi mereka gambaran tentang menu yang dapat kami pilih jika memang China akan memberikan dukungan material,” kata Sherman dalam sebuah acara yang digelar kelompok Friends of Europe di Brussels, Belgia, Kamis (21/4/2022), dilaporkan Bloomberg.

Pekan ini China mengatakan ingin terus memperkuat hubungan strategis dengan Rusia. Beijing menyebut hubungannya dengan Moskow tetap solid meskipun ada tudingan dan kekhawatiran bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Kendati demikian, hingga kini perusahaan-perusahaan China tetap mematuhi sanksi yang dijatuhkan Barat, termasuk AS, ke Rusia.

Dalam acara yang digelar Friends of Europe, Sherman turut menyampaikan keinginan AS untuk membantu India meminimalisasi ketergantungannya pada produk persenjataan Rusia. Hal itu mengingat dampak sanksi global terhadap industri senjata Rusia.

“Mereka (India) memahami bahwa militer mereka, yang dibangun di atas senjata Rusia, mungkin tidak memiliki masa depan dengan senjata Rusia lagi karena sanksi kami telah menarik kembali kompleks industri militer Rusia, dan itu tidak akan kembali dalam waktu dekat,” ucapnya.

Awal bulan ini Perdana Menteri India Narendra Modi telah menyampaikan kepada Presiden AS Joe Biden tentang kebutuhan negaranya membeli persenjataan Rusia.

Persenjataan itu dibutuhkan untuk mengamankan wilayah perbatasannya dengan China. Menurut Modi, alternatif pembelian persenjataan selain dari Rusia terlalu mahal harganya.

Sementara terkait konflik di Ukraina, India memiliki pandangan yang mirip dengan China. India mendukung seruan gencatan senjata dan solusi diplomatik. Namun mereka abstain dalam pemungutan suara rancangan resolusi yang mengutuk aksi atau tindakan Rusia di Ukraina.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan