Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hengkang dari PSI, Tsamara Amany Jadi Rebutan Partai Nasional-Religius

Hengkang dari PSI, Tsamara Amany Jadi Rebutan Partai Nasional-Religius Kredit Foto: Instagram/Tsamara Amany Alatas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi muda Tsamara Amany Alatas resmi mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Senin (18/4). Keputusan Tsamara ini mengundang polemik. Ada yang menyebut, karier Tsamara bakal rusak jika terus di PSI. Ada pula yang menggoda Tsamara berlabuh ke partai baru.

Salah satu yang lagi rame soal keluarnya Tsamara dari PSI adalah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Fahri bilang, sudah tepat Tsamara keluar. Sebab, masa depan Tsamara suram jika masih di PSI, karena hanya dibentuk untuk kepentingan jangka pendek. “Jadi keputusannya sangat tepat. Sulit menitipkan idealisme pada PSI,” tegasnya.

Namun Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, santai menjawab statement Fahri. “Sejarah yang akan membuktikan PSI bernapas panjang mengikuti napas republik ini,” sebut Grace dalam keterangannya.

Dia pun gantian menyindir balik Fahri. Kata dia, justru Partai Gelora dibentuk karena konflik kepentingan dan kekecewaan. Artinya, visi dan misinya karena kecewa alias jangka pendek.

Baca Juga: Puji Tsamara Amany, Refly Harun Singgung PSI yang Fokus ke Anies Baswedan: Bagi Saya Partai...

Meski demikian, Grace tetap mendoakan Fahri dan Gelora lolos verifikasi KPU dan jadi peserta Pemilu 2024. Biar seperti PSI yang telah membuktikan diri lolos verifikasi KPU di Pemilu 2019, meskipun tidak lolos ke senayan.

Usai keluar, Tsamara jadi rebutan partai. Misalnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Wakil Ketua PKB, Jazilul Fawaid menyebut, partainya terbuka bagi Tsamara jika masih punya hasrat terjun ke dunia politik praktis.

“Mbak Tsamara sudah bergabung dengan PKB sejak dari pikiran, sebab PKB partai terbuka dan pengurusnya dominan kader muda,” tutur Gus Jazil sapaan akrab Jazilul Fawaid dalam pesannya.

Apalagi sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pernah ‘melamar’ Tsamara untuk bergabung usai eks Ketua DPP PSI itu meraih 140 ribu suara namun gagal ke Senayan. Bahkan, Tsamara ditawari posisi Waketum.

Baca Juga: Mudahkan Nasabah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: