Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tegas! Iran Tolak Ada Normalisasi Hubungan dengan Israel

Tegas! Iran Tolak Ada Normalisasi Hubungan dengan Israel Kredit Foto: Reuters/Ronen Zvulun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Republik Islam Iran menolak adanya normalisasi hubungan dengan rezim aphartheid Israel.

Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengatakan bahwa normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dengan Israel adalah pendekatan yang keliru.

Baca Juga: Iran Berhasil Gagalkan Serangan Siber Besar-Besaran, Israel Pelakunya?

Menurut Kedubes Iran, pendekatan keliru itu membuat para negara Arab mengabaikan pihak-pihak pembela hak bangsa Palestina.

“Mereka pun jatuh ke dalam perangkap yang disiapkan oleh AS dan rezim Zionis yang tujuan utamanya hanya memecah belah bangsa Islam dan melanjutkan hegemoni,” ujar Kedubes Iran, dilansir dari Antara, Selasa (27/4/2022).

Republik Islam Iran menyerukan kepada negara-negara yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel agar meninjau kembali langkah itu.

“Pasalnya, ada berbagai gerakan resistensi dan perlawanan bangsa Palestina,” ungkap Kedubes Iran.

Selain itu, Republik Islam Iran menganggap solusi demokratis dan politik untuk konflik tersebut adalah memberikan hak menentukan nasib sendiri kepada rakyat Palestina.

Secara umum, solusi usulan Republik Islam Iran yang telah dikomunikasikan ke Sekretaris Jenderal PBB mencakup beberapa hal sebagai berikut.

Pertama, seluruh pengungsi Palestina memiliki hak untuk kembali ke tanah air mereka.

Kedua, seluruh masyarakat Palestina, penganut agama apa pun (Islam, Kristen, Yahudi), harus menentukan nasib, masa depan, dan sistem politik negara mereka melalui proses referendum yang adil dan demokratis.

“Ketiga, berdirinya sistem politik pilihan mayoritas rakyat Palestina,” ujar Kedubes Iran.

Keempat, sistem politik pilihan mayoritas masyarakat Palestina akan memutuskan tentang nasib pihak-pihak pendatang ke wilayah Palestina.

Lebih lanjut, Kedubes Iran mengatakan tindakan invansi adalah langkah ilegal yang bertentangan dengan peraturan internasional.

“Langkah normalisasi hubungan dengan Israel menjadi bentuk penerimaan invansi, padahal invansi bertentangan dengan hukum internasional serta berlawanan dengan undang-undang dasar berbagai negara,” ujar Kedubes Iran.

Republik Islam Iran pun mengajak seluruh negara dunia, khususnya negara-negara Muslim, untuk melakukan upaya yang diperlukan guna mendukung penuh resistensi dan perjuangan rakyat Palestina.

“Di antaranya adalah Kesepakatan Abad maupun normalisasi hubungan dengan rezim Zionis, serta membantu proses penyelesaian masalah Palestina secara adil dan demokratis,” ujar Kedubes Iran. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan