Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mantap! Green Fund Digital Philanthropy Luncurkan Pembiayaan Restorasi Lingkungan

Mantap! Green Fund Digital Philanthropy Luncurkan Pembiayaan Restorasi Lingkungan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bertepatan memperingati Hari Bumi Pada Jumat (22/4) kemarin. Lembaga Greeneration Foundation bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meluncurkan Green Fund Digital Philanthropy (GFDP) pada tanggal 28 April 2022 yang dilaksanakan di Menara Kadin Indonesia, Lantai 29, Jakarta, dan disiarkan secara daring melalui Zoom dan Youtube Greeneration Foundation (GF). 

GFDP merupakan sebuah platform gotong royong untuk menghimpun pendanaan publik secara inovatif dan akuntabel berbasis teknologi digital.

Baca Juga: KADIN Indonesia Bertemu World Bank Bahas Investasi Transisi Energi

Lebih lanjut, platform ini akan menghubungkan berbagai pihak yang ingin membantu berbagai kegiatan lingkungan sehingga mereka bisa terus berjalan dan merawat lingkungan kita bersama-sama.

“Kerusakan lingkungan hingga kini masih jauh lebih cepat dibandingkan solusinya. Hal ini karena sumber daya untuk mempercepat solusi lingkungan masih terkendala oleh climate/environmental financing gap. Sebagai bagian dari strategi blended financing, GF mengaktivasi potensi besar yaitu semangat gotong royong masyarakat melalui donasi rutin bulanan untuk perjuangan lingkungan,” ujar Bijaksana Junerosano selaku Founder Greeneration Foundation, Kamis (28/4).

Junerosano mengatakan membangun sebuah platform seperti GFDP tentu saja membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Untuk itu program ini agar tetap berjalan membutuhkan Rp266,6 Triliun per tahun untuk mereduksi dampak dari Climate Change, dari jumlah itu hanya sekitar 34% yang bisa dibiayai oleh APBN. 

“Perlu blanded finance melalui upaya gotong royong untuk bisa memenuhi kebutuhan pembiayaan tersebut," pungkasnya.

Menurutnya, Isu lingkungan saat ini berkembang cukup banyak dan semakin dirasakan dampaknya secara langsung oleh lingkungan masyarakat. Semenjak dekade 1970an, sudah sangat banyak NGO lingkungan yang berkembang di Indonesia seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi di Indonesia masa itu.

“Perkembangan NGO lingkungan ini baru mendapatkan atensi setelah adanya kesadaran bahwa perkembangan ekonomi yang terjadi juga beriringan dengan kerusakan alam yang ada di sekitar," jelas dia.

Baca Juga: Tingkatkan Nilai Tambah, Greenwoods Group Percayakan Colliers Kelola JP Apartment

Namun, seiring berjalannya waktu, sayangnya banyak gerakan lingkungan yang harus terhenti kegiatannya karena adanya kendala pada pembiayaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Perluas Kesempatan Kerja, Citi Indonesia Alokasikan Hibah Rp 12 Miliar

Penulis: Ratih Widihastuti Ayu
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: