Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Budayawan Sebut Anies Baswedan Gak Becus Kerja, TGUPP: Dia Ini Amnesia Apa Ya?

Budayawan Sebut Anies Baswedan Gak Becus Kerja, TGUPP: Dia Ini Amnesia Apa Ya? Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Tatak Ujiyati langsung bereaksi atas ucapa budayawan Mohamad Sobary tentang Anies Baswedan yang tidak becus kerja.

Tatak Ujiyati menyampaikan hal itu lewat cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya dengan bernama @tatakujiyati.

Baca Juga: Habib Kribo Koar-koar Anies Baswedan Bawa Perpecahan, Respons Refly Harun Menggelegar: Dia Sendiri…

Hal ini tak lepas dari cuitan pegiat media sosial Chusnul Chotimah yang membagikan pemberitaan tentang Anies Baswedan.

Isi berita tersebut menjelaskan kalau budayawan Mohamad Sobary pernah jadi atasan Anies Baswedan dan menilai anak buahnya itu tidak bisa kerja.

Tatak Ujiyati pun memberi penjelasan hal tersebut.

"Indonesia Governance Indeks salah satu produk unggulan dari Partnership for Governance Reform, kantor tempat Pak Sobary jadi Direktur dan Pak Anies jadi Chief of Cluster itu, digagas oleh Pak Anies," tulis Tatak dikutip GenPI.co, Jumat (6/5).

"Gitu kok dibilang nggak bisa kerja. Saya saksinya. Pak Sobary ini amnesia apa ya?," tanya dia.

Lebih lanjut Tatak juga membeberkan capaian Anies Baswedan kala masih bekerja di tempat tersebut.

"Indonesia Governance Index digagas th 2007 Pak Anies untuk Lembaga Partnership for Governance Reform (PGR) tempat Pak Sobary jd Direktur," kata Tatak.

Baca Juga: Soroti JIS dan Formula E, Pengamat: Itu Adalah Promosi Anies Baswedan

"Program unggulan PGR sampai bertahun-tahun kemudian, Amnesia yang bilang Anies nggak bisa kerja," pungkas anggota TGUPP ini.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan