Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Putin Masih Ngegas, Bos CIA Ingatkan Perang Ukraina Bisa Mengarah ke Konflik Nuklir

Putin Masih Ngegas, Bos CIA Ingatkan Perang Ukraina Bisa Mengarah ke Konflik Nuklir Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Mikhail Klimentyev
Warta Ekonomi, Washington -

Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) Bill Burns mengingatkan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mempertaruhkan banyak hal pada fase kedua perang di Ukraina.

Putin sepertinya masih meyakini, menggandakan konflik militer masih merupakan jalan terbaik.

Baca Juga: Indonesia bakal Cuek ke Amerika, Jokowi Bilang Tuan Putin akan Hadir di KTT G20

"Pola pikir inilah, yang membuat fase kedua serangan memiliki risiko yang relatif sama. Bahkan, bisa saja lebih berisiko dibanding fase pertama konflik," ujar Burns dalam acara Financial Times di Washington, seperti dikutip CNN Internasional.

"Putin masih dalam kerangka berpikir, bahwa dia tak yakib kalah. Dia percaya, menggandakan kekuatan militer dapat meningkatkan kemajuan Rusia dalam konflik Ukraina," imbuhnya.

Burns melihat, Putin sangat mudah terbakar oleh kombinasi keluhan, ambisi, dan rasa tidak aman dalam satu dekade terakhir.

Dengan latar belakang itu, Burns mengatakan, risiko perang fase kedua ini dapat mengarah pada konflik nuklir.

Kemungkinan tersebut tak bisa diremehkan. Meski sejauh ini, intelijen AS tak melihat ada bukti-bukti praktis, yang menunjukkan Rusia merencanakan senjata nuklir taktis. 

"Kemungkinan ini tak bisa diremehkan. Bagi Putin, taruhannya tinggi. Risiko perang di fase kedua ini tak bisa dianggap enteng," tegas Burns. 

Perhitungan China

Burns memaparkan, konflik Rusia di Ukraina dapat mempengaruhi perhitungan China dalam upaya pengambilalihan Taiwan. 

"Kepemimpinan China melihat dengan hati-hati. Mereka berusaha mengambil pelajaran, tentang apa saja yang bisa diambil dari Ukraina. Tentang ambisi mereka sendiri di Taiwan,” jelas Burns.

“Saya kira, tekad Xi untuk mendapatkan kendali atas Taiwan, tidak terkikis. Situasi ini sangat mungkin mempengaruhi perhitungan China, tentang bagaimana dan kapan mereka akan melakukan hal tersebut terhadap Taiwan,” pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan