Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Moeldoko Ajak Masyarakat Adat Waspadai Radikalisme dan Intoleransi

Moeldoko Ajak Masyarakat Adat Waspadai Radikalisme dan Intoleransi Kredit Foto: Kepala Staf Kepresidenan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima kedatangan pengurus Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) di gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (10/5). Dalam pertemuan tersebut, Moeldoko mengajak MAKN ikut mewaspadai isu intoleransi dan radikalisme.

Menurutnya, masyarakat adat kerajaan nusantara memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa yang bisa menjadi modal besar untuk menangkal ajaran atau paham radikal.

“Kita semua harus ikut terlibat dalam menjaga ini (NKRI). Karena kemampuan pengetahuan saja tidak ada artinya jika semua sudah terjadi. Seperti yang terjadi di Timur Tengah,” kata Moeldoko dikutip dari siaran pers KSP.

Karena itu, ia mendorong agar masyarakat bisa membangun kewaspadaan dan kepedulian terhadap sesama. Sebab, kata dia, ancaman intoleransi dan radikalisme memang nyata. Moeldoko juga optimistis, Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) mampu menjadi wadah untuk membangun karakter dan budaya bangsa Indonesia.

Local wisdom masih menjadi arah untuk membangun karakter yang kuat,” ujar Moeldoko.

Sementara itu, Ketua Umum MAKN Eddy Wirabhumi menyampaikan, masyarakat adat kerajaan nusantara berkomitmen menjunjung kebinekaan sebagai upaya menjaga NKRI. 

“Kami (MAKN) sangat komitmen soal keutuhan NKRI. Kami juga tidak akan ikut pada politik praktis, tapi ikut pada politik pemerintahan,” jelas bangsawan dari Keraton Kasunan Surakarta tersebut.

Baca Juga: Posisi Ganjar Paling Diuntungkan Jika Prabowo dan Anies Beradu Jadi Capres

Dalam pertemuan tersebut, MAKN juga berharap KSP ikut mengawal janji-janji Presiden Joko Widodo kepada MAKN. Di antaranya yakni soal revitalisasi keraton/istana kerajaan tidak lagi parsial dan penyelesaian atas tanah-tanah adat ulayat yang berada di bawah wilayah kerajaan.

“Dari beberapa yang dijanjikan Presiden masih ada yang belum direalisasikan, oleh karena itu kami hadir di sini,” kata Eddy.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan