Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Sebut Peluang Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Sangat Mungkin Terjadi

Pengamat Sebut Peluang Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Sangat Mungkin Terjadi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Robi Sugara menilai Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri akan berperan penting dalam pertarungan pemilihan presiden 2024 mendatang.

“Keduanya adalah king maker,” ungkap Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (11/5).

Baca Juga: Balas KSP yang Minta Menteri Disiplin, Sufmi Dasco Ahmad Sebut Prabowo Fokus Membantu Jokowi

Menurut Robi, Jokowi dan Megawati memiliki kemampuan secara politik untuk menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 2024.

“Jokowi sebagai presiden dua periode yang diusung PDIP, memiliki pendukung militan dan sudah tentu pendapat presiden akan sangat dipertimbangkan dalam penentuan pasangan calon yang diusung partai banteng pada pilpres 2024,” kata Robi.

Selanjutnya, Robi menyebut Megawati sebagai Ketua Umum PDIP selain memiliki suara terbanyak dalam pemilu 2019, partai ini memiliki pengikut ideologis dan satu komando.

Robi menilai pilihan rasional secara politik dari dua king maker ini adalah memadukan antara Prabowo Subianto-Puan Maharani dalam pilpres 2014.

“Dua pasangan ini sangat berpeluang,” ungkap Robi. Bagi Jokowi, Prabowo dan Puan adalah orang dekat yang pernah menjadi anak buahnya.

Sebelum menjabat sebagai Ketua DPR, Puan pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada periode pertama Jokowi sebagai presiden tahun 2014-2019.

“Boleh dikatakan Presiden Jokowi puas dengan kinerja Puan karena ia terus dipakai sampai akhir masa jabatan periode pertama. Puan tak dipilih lagi sebagai menteri semata karena terpilih sebagai Ketua DPR,” kata Robi.

Sementara itu, Prabowo juga adalah menteri pertahanan di kabinet Presiden Jokowi saat ini. Meski Jokowi dan Prabowo pernah bertarung sengit di pilpres 2014 dan 2019, namun hubungan keduanya tetap terjalin baik.

“Dan, Pilpres 2024 adalah waktu yang pas bagi Jokowi yang tak bisa mencalonkan lagi untuk memberikan kesempatan bagi Prabowo,” kata Robi.

Selain itu, Robi melihat jika sosok Prabowo-Puan nantinya memenangi pemilu, maka tak perlu diragukan program-program Jokowi akan tetap berjalan.

Salah satunya adalah megaproyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan.

“Presiden Jokowi tak perlu khawatir proyek-proyek yang sudah ia bangun jadi terbengkalai setelah ia turun dari kekuasaan,” kata Robi.

Menurut Robi, bagi Megawati dengan mengusung sosok Puan yang tak lain adalah putrinya sendiri tentu adalah pilihan paling logis.

Robi menilai, tak ada kader PDIP lain selain Puan yang saat ini layak untuk diusung di pilpres 2024. Diusungnya Puan bisa melanjutkan tradisi keluarga Soekarno sebagai pemimpin bangsa ini.

“Namun tentu saja tak hanya sekadar punya trah Soekarno, Puan juga layak diusung karena sudah berpengalaman sebagai menteri hingga Ketua DPR,” kata Robi.

Baca Juga: Perintah Luar Biasa KSAD Jenderal Dudung untuk Jajarannya, Disuruh...

Sementara itu, Prabowo juga bukan orang asing bagi Megawati. Megawati-Prabowo pernah berpasangan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada 2009 lalu.

“Kini saat yang tepat untuk kembali mengulang sejarah dengan memasangkan Prabowo dan Puan Maharani sebagai calon presiden dan wakil presiden 2024,” kata Robi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan