Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ratusan Orang Berunjuk Rasa Protes Kematian Shireen Abu Akleh

Ratusan Orang Berunjuk Rasa Protes Kematian Shireen Abu Akleh Kredit Foto: Reuters/Imad Creidi
Warta Ekonomi, Ramallah, Tepi Barat -

Ratusan warga Palestina dan Arab-Israel berunjuk rasa memprotes kematian jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh yang ditembak mati tentara Israel. Demonstrasi digelar di kota-kota Israel seperti di Yerusalem Timur, Haifa dan Nazareth termasuk Tel Aviv.

Ratusan orang berkabung di rumah Abu Akleh di Yerusalem Timur di Beit Hanina, permukiman kelas menengah Palestina. Polisi Israel menyerbu rumah duka untuk menanggapi laporan dikibarkannya bendera Palestina.

Baca Juga: Aksi Bengis Israel Terekam Kamera, Tembaki Warga Palestina yang Selamatkan Jurnalis Al Jazeera

"Polisi menghadapi kerusuhan dan hasutan dan berdialog dengan pemilik lahan untuk memastikan keamanan dan ketertiban," kata polisi Israel dalam pernyataannya seperti dikutip Times of Israel, Kamis (12/5/2022).

Tidak lama kemudian dilaporkan bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi. Demonstran melemparkan batu, memblokir jalan, dan bentrok dengan polisi di Route 20 yang menghubungkan pemukiman Palestina dengan pemukiman Yahudi, Pisgat Ze'ev.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan satu orang memasang bendera Palestina di mobil polisi Israel.

Video lain menunjukkan dua orang perempuan Israel mencopot bendera Israel yang digantung di mobil mereka saat mereka berdiri di tengah kemacetan di dekat lokasi kerusuhan.

Polisi Israel menangkap tiga orang yang mereka tuduh menghasut kerusuhan. Mereka mengatakan kerusuhan sudah berhasil dikendalikan.

Sekitar 200 orang Arab Israel berdemonstrasi di dekat pemukiman Neve, Haifa. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan meneriakan. "dengan semangat, dengan darah, kami akan balaskan Shireen!"

Pengunjuk rasa memblokir Ben Gurion Boulevard yang dihuni orang Yahudi dan Arab. "Israel ingin membungkam kami sebagai tujuan strategis," kata salah satu pengunjuk rasa.

"Itulah mengapa terjadi penembakan, kekerasan, dan penangkapan dalam unjuk rasa? Mereka ingin membungkam kami dan mencegah masyarakat menggunakan hak kebebasan berbicara," katanya.

Mantan anggota parlemen Issam Makhoul yang berasal dari Arab Israel turut berbicara dalam unjuk rasa. Ia mengatakan, kematian Abu Akleh merupakan "serangan yang ditargetkan" dan "kejahatan perang" yang merupakan "hasil dari rasa frustasi tidak berhasilnya kebijakan pendudukan."

"Mereka yang mengira solusinya akan datang dengan menerapkan lebih banyak kekuatan, akan gagal baik dari sisi kebijakan dan keamanan dan akan menjadi penderitaan kedua bangsa," katanya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan