Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soal Dampak Inflasi Global ke Ekonomi RI, Pengusaha Ingatkan Pemerintah

Soal Dampak Inflasi Global ke Ekonomi RI, Pengusaha Ingatkan Pemerintah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik geopolitik Rusia dan Ukraina mengakibatkan munculnya krisis global di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Tak hanya itu, konflik politik juga telah berimbas dan menyebabkan terjadinya krisis pangan global.

Hal ini merupakan ancaman yang lebih berat bagi dunia saat ini. Kelangkaan beberapa komoditas bahan pangan seperti kedelai dan gandum, berkurangnya pasokan dan produksi bahan pangan dibeberapa negara akibat kemarau panjang.

Ditambah lagi dengan kelangkaan pasokan minyak akibat perang, menyebabkan inflasi global yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum.

Inflasi yang tinggi ini pun diperkirakan dapat melemahkan daya beli masyarakat dan dampaknya paling dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu dan berpotensi menyebabkan krisis sosial, dimana terjadi resiko peningkatan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial yang semakin melebar.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid melihat fenomena ini akan berdampak sistemik baik berupa krisis sosial maupun politik.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan meminimalisir krisis pangan, sehingga tidak berdampak menjadi krisis sosial, yang kemudian bisa menjadi krisis politik dalam negeri,” kata Arsjad.

Arsjad juga menambahkan, bahwa pihkanya akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan Indonesia terutama di sektor pertanian.

Baca Juga: Mobilitas Warga Melewati Normal, Ekonomi Kuartal I 2022 Tumbuh 5,01%

Kadin kata dia memiliki sebuah program pendampingan UMKM dengan skema close loop yang ditujukan untuk membina para petani, serta menciptakan kerja sama antara perusahaan besar maupun kecil dengan para petani di Indonesia.

“Saya berharap program inklusif close loop ini dapat meningkatkan ketangguhan petani di Indonesia di tengah tantangan inflasi dan perubahan iklim,”tegasnya.

Ia mengatakan walaupun dampak inflasi di Indonesia relatif kecil dibanding dengan inflasi global dan di negara lain, tetapi Indonesia harus bersiap diri dan mengantisipasi terhadap imbas inflasi global.

Untuk itu dibutuhkan gotong royong, dialog sosial dan kerjasama antara berbagai pihak termasuk pemerintah, pelaku usaha, buruh untuk menghadapi tantangan krisis ini.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan