Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Janet Yellen Dorong Sekutu Amerika Bersatu Melawan China

Janet Yellen Dorong Sekutu Amerika Bersatu Melawan China Kredit Foto: Reuters/Al Drago
Warta Ekonomi, Washington -

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen kembali mengkritik praktik perdagangan dan ekonomi China. Ia mengajak sekutu-sekutu Amerika Serikat di Eropa untuk bersatu menantang Beijing dan mendiversifikasi rantai pasokan.

"Kami memiliki kepentingan bersama dalam memberi insentif pada China untuk menahan praktek ekonomi yang merugikan kami semua," kata Yellen dalam pidatonya di Brussels Economic Forum, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Janet Yellen: Adalah Haram Jika Amerika Sita Aset Resmi Rusia karena...

Ia menyinggung praktik perdagangan dan investasi, pembangunan dan kebijakan perubahan iklim China. Yellen juga membahas praktik memberi pinjaman China yang mengakibatkan sejumlah negara memiliki utang yang tak berkelanjutan.

"Kami semua harus bercita-cita mendorong China menghentikan praktek-praktek tak menyenangkan, bila kami dapat melakukannya, kami akan memiliki peluang yang lebih baik dalam bersaing dengan China di tingkat yang sama, yang akan bermanfaat bagi bisnis dan konsumen kami," katanya.

Yellen memperingatkan negara-negara Barat untuk tidak terlalu bergantung pada sumber daya mineral China. Ia juga mengatakan, Beijing sedang membangun pangsa pasar yang kuat pada produk teknologi tertentu dan ingin mendominasi produksi semikonduktor.

Ia mengatakan, perkembangan ini dapat membuat perekonomian negara demokrasi lebih rentan terhadap pengaruh geopolitik China. Namun, mereka dapat meringankan risikonya dengan menjadi lebih 'saling menopang' pada rantai pasokan termasuk sumber daya penting.

Menteri keuangan AS itu juga mengajak sekutu-sekutu AS untuk meningkatkan bantuan keuangan pada Ukraina. Ia mengatakan, bantuan yang diumumkan sejauh ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar jangka pendek negara yang sedang diinvasi Rusia itu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan