Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Koalisi Indonesia Bersatu Tak Bakal Dilirik Parpol Lain, Pengamat: Partai-partai Itu Akan Melihat...

Koalisi Indonesia Bersatu Tak Bakal Dilirik Parpol Lain, Pengamat: Partai-partai Itu Akan Melihat... Kredit Foto: Instagram/Ujang Komarudin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai komposisi partai politik dalam Koalisi Indonesia Bersatu berpotensi tidak akan bertambah. Diketahui, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terbentuk setelah Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa sepakat bekerja sama.

Menurut Ujang, partai lain tidak akan tertarik bergabung dengan KIB apabila koalisi itu menyodorkan sosok Capres dan Cawapres 2024 yang elektabilitasnya rendah.

"Jika elektabilitas capres dan cawapres yang ditawarkan elektabilitasnya rendah dan berpotensi akan kalah, tidak akan ada yang gabung lagi," kata Ujang melalui layanan pesan kepada JPNN.com pada Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Disindir PDIP, PAN: Ini Bagian Proses Pendidikan Politik Rakyat!

Menurut dosen tetap di Universitas Al-Azhar Jakarta itu, kepentingan untuk menang pada Pilpres 2024 menjadi syarat mutlak bagi partai untuk bergabung ke KIB. Jika kandidat yang disodorkan KIB tidak punya kekuatan maka partai lain bakal ogah bergabung dengan Golkar, PAN, dan PPP.

"Partai-partai itu akan melihat elektabilitas dari capres dan cawapresnya," beber pria kelahiran Jawa Barat itu.

Sementara itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat (PD) Kamhar Lakumani mengatakan parpolnya belum bersikap apakah bakal bergabung atau tidak dengan KIB. Menurut Kamhar, parpol pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) fokus pada konsolidasi internal dan penjaringan caleg untuk Pemilu, sebelum berbicara koalisi untuk Pilpres 2024.

Baca Juga: Muncul Koalisi Indonesia Bersatu, Pengamat Sebut Tak Akan Ganggu Kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

"Kami saat ini masih fokus pada konsolidasi internal untuk menyiapkan mesin politik partai agar berfungsi efektif dan optimal," ucap Kamhar, Sabtu.

Lagipula, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menilai dinamika politik menuju Pilpres 2024 masih dinamis. Dengan demikian, Kamhar meyakini masih terbuka kemungkinan poros koalisi selain KIB akan terbangun menyambut Pilpres 2024.

"Kami akan mengerucutkan sikap politik terkait pilpres ini di penghujung 2022 atau awal 2023 nanti, seraya terus mencermati dengan saksama dinamika dan konfigurasi politik yang terbentuk," ujar Kamhar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan