Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Orang PKS Nggak Terima: Jangan Lecehkan Negara Ini!

Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, Orang PKS Nggak Terima: Jangan Lecehkan Negara Ini! Kredit Foto: EPA/Wolfgang Kumm
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf memprotes kelakuan Kedutaan Besar Inggris yang mengibarkan bendera lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) serta mengunggahnya di Instagram resmi mereka.

Bukhori meminta pemerintah tidak membiarkan setiap perwakilan asing melecehkan norma dan nilai yang berlaku di Indonesia.

"Mereka harus berhenti mempromosikan LGBT dan menunjukkan itikad baik untuk menghormati nilai dan norma yang berlaku di tengah masyarakat Indonesia," kata Bukhori dalam keterangannya, Minggu (22/5/2022). 

Anggota Fraksi PKS ini mendukung upaya pemerintah menegakkan kedaulatan negara dengan mengirimkan pesan yang tegas bahwa setiap perwakilan asing tidak diperkenankan secara provokatif mengkampanyekan nilai dan norma yang tidak sesuai dengan pandangan hidup warga Indonesia. 

Baca Juga: Sulit Betul Jadi Anies Baswedan, Jabatan Mau Selesai, Serangan Nggak Berhenti, NasDem: Masyarakat...

Dia mengatakan Konstitusi telah menegaskan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa, sesuai Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945, sehingga agama telah menjadi ruh dan sumber nilai dari pandangan hidup masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Paham LGBT dapat diterima di barat, karena cara pandang negaranya yang liberal dan sekuler. Namun jangan lecehkan negara ini dengan memaksakan paham itu kepada masyarakat kita. Selain bertentangan dengan konstitusi, hal itu tidak sejalan dengan kaidah moral dan agama masyarakat Indonesia yang religius,” terangnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan