Delay Lagi! El Salvador Tunda Peluncuran Obligasi BTC Miliaran Dolar, Alasannya...
Menteri Keuangan El Salvador, Alejandro Zelaya mengatakan negara itu akan menunda lebih lanjut peluncuran obligasi Bitcoin (BTC) miliaran dolar yang diantisipasi, mengutip volatilitas harga dan kondisi pasar yang tidak pasti akibat perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Berita itu datang pada saat yang sama ketika Amnesty International menuduh pihak berwenang Salvador melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang mencolok dan mengkriminalisasi orang-orang yang hidup dalam kemiskinan.
Baca Juga: Survei Block: Semakin Tinggi Pengetahun Soal Kripto, Makin Tinggi Juga Optimisme pada BTC
Dalam sebuah wawancara hari Rabu lalu (01/06) di program berita lokal "Frente a Frente" (Tatap Muka), Zelaya ditanya apakah situasi dengan penerbitan obligasi Bitcoin senilai 1 miliar dolar dari beberapa bulan yang lalu telah berubah.
"Tidak, belum, harga [Bitcoin] terus terganggu oleh perang di Ukraina," katanya menurut terjemahan kasar. Dia menambahkan bahwa "dalam jangka pendek variasinya konstan tetapi dalam jangka panjang selalu cenderung menghargai nilainya:"
"Ada masa depan dan ada inovasi ekonomi [dalam Bitcoin] yang harus kita pertaruhkan," katanya.
Rencana obligasi itu awalnya diumumkan pada November 2021 oleh presiden El Salvador, Nayib Bukele. Setengah dari 1 miliar dolar yang diharapkan adalah mendanai pembangunan Kota Bitcoin yang dibangun di dekat gunung berapi, dengan gagasan bahwa energi panas buminya dapat dimanfaatkan untuk penambang Bitcoin. Setengah dari dana lain yang terkumpul akan diinvestasikan ke bitcoin.
Baca Juga: Survei Goldman Sachs: 11% Perusahaan Tunjukan Minat Investasi Kripto
Obligasi senilai 1 miliar dolar awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada pertengahan Maret 2022 tetapi dalam sebuah wawancara pada bulan Maret, Zelaya menunda peluncuran, mengutip volatilitas harga, memberikan kemungkinan tanggal peluncuran sekitar Juni dengan garis waktu yang diperpanjang hingga September 2022.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Nuzulia Nur Rahma
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: