Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sentil Ormas Mainkan Politik Identitas, Airlangga Hartarto: Jadi Islam Moderat Agar Tak Pecah Belah!

Sentil Ormas Mainkan Politik Identitas, Airlangga Hartarto: Jadi Islam Moderat Agar Tak Pecah Belah! Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak lagi memanfaatkan politik identitas menjelang Pemilu 2024.

Menggunakan politik identitas sebagai alat politik untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat merupakan sikap yang dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Pengamat: Kalau Tiket Borobudur Beneran Jadi Rp750 Ribu, Pemerintah Siap-siap Saja...

"Politik identitas telah merusak tatanan hidup berbangsa dan memecah belah persatuan umat. MDI memiliki tugas untuk menyatukan umat dan menghentikan politik identitas pada tahun politik," katanya di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Menurut dia, Partai Golkar bersama beberapa partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terus berusaha menyelesaikan masalah populisme dan politik identitas.

"Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) bergerak pada persoalan dakwah yang menyatukan umat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Di hadapan 1.000 anggota MDI dan para santri, Airlangga meminta Ketua Umum MDI K.H. Choirul Anam, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MDI Gunawan Hidayat, serta seluruh jajarannya harus terus mengembangkan Islam washatiyah.

"Menjadi Islam yang moderat agar tercipta persatuan bangsa, tidak terpecah belah," tegasnya.

Dia juga menegaskan pentingnya kebangkitan ekonomi dari pondok pesantren, yang salah satunya digagas Kementerian Perindustrian melalui program Santripreneur, untuk menciptakan santri yang mandiri dan menjadikan pesantren mampu mengembangkan produk usaha untuk ekspor.

Baca Juga: Unggah Foto Terakhir Bersama Putranya, Cuitan Istri Ridwan Kamil Bikin Pilu: Eril, Sini Pulang...

"Contohnya, bisa punya pabrik sandal. Jadi, sandal santri tidak sering hilangl; bahkan bisa mengekspor sandal," tuturnya.

Baca Juga: Gandeng Pemkab Bogor, Bank Bjb Perluas Layanan Perbankan Bagi Pemerintah Daerah

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: