Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menkes Kirim Berita Gak Sedap: 2 Varian Baru Covid-19 Muncul di Malaysia

Menkes Kirim Berita Gak Sedap: 2 Varian Baru Covid-19 Muncul di Malaysia Kredit Foto: Reuters/Lim Huey Teng
Warta Ekonomi, Kuala Lumpur -

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengumumkan kemunculan dua subvarian Omicron, yang memiliki tingkat penularan tinggi dalam tiga kasus baru di negara tersebut, Kamis (9/6).

"Jadi, ada dua kasus dengan BA.5 dan satu kasus dengan subvarian BA.2.12.1," cuit Khairy via Twitter, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Kasus Harian Virus COVID Varian Omicron Mencapai 11.325 Kasus

Saat ini, kedua varian baru Covid tersebut berstatus di bawah pengawasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Risikonya tetap sama, tidak jauh beda," imbuhnya.

April lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkap, 90 persen penularan Covid di Negeri Paman Sam didominasi varian BA.2 dan subvarian BA.2.12.1.

Varian BA.5 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, dan mendominasi penyebaran kasus Covid di wilayah tersebut. Varian ini memiliki kesamaan genetik dengan BA.4.

Per Kamis (9/6/2022), Malaysia melaporkan 1.518 kasus baru. Sehingga total kasus Covid sejak Maret 2020, menjadi 4,5 juta.

Seperti dilansir The Straits Times, Malaysia memutuskan memasuki fase endemik hidup dengan virus pada 1 April, dengan memulihkan semua kegiatan ekonomi dan sosial dipulihkan. Penggunaan masker di dalam ruangan, masih wajib. Sedangkan di luar ruangan, bersifat optional.

Berdasarkan data Rabu (8/6/2022), jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit Malaysia tergolong rendah. Hanya mencakup 12,7 persen dari total 470 pasien baru.

Sementara jumlah pasien ICU akibat Covid, hanya berjumlah 5,8 persen dari total 26 pasien.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan