Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Adanya Penyesuaian Pungutan Ekspor Sawit, Jadi Berapa?

Adanya Penyesuaian Pungutan Ekspor Sawit, Jadi Berapa? Kredit Foto: ANJ
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Keuangan RI telah menerbitkan aturan baru mengenai Pungutan Ekspor (PE) sawit melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/2022 Tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan.

Aturan baru ini menetapkan batas maksimal tarif PE CPO sebesar US$200/MT dari 14 Juni-31 Juli 2022 dengan asumsi harga CPO di atas US$1.500/MT dan US$240/MT mulai 1 Agustus 2022 apabila harga CPO di atas US$1.500/MT. Penyesuaian tarif pungutan ekspor juga berlaku untuk produk turunan sawit lainnya seperti Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), (RBD) Palm Olein, RBD Palm Oil, RBD Palm Stearin, dan sebagainya.

Baca Juga: Harga Tandan Buah Segar Petani Sawit Naik Menjadi Rp2.726 per Kilogram

PE ini dibebankan kepada tiga pelaku usaha, yaitu pelaku usaha perkebunan sawit yang melakukan ekspor CPO dan produk turunannya, pelaku usaha industri berbahan baku hasil perkebunan sawit, dan eksportir komoditas perkebunan sawit dan atau produk turunannya.

Pembayaran tarif PE akan menggunakan mata uang rupiah dengan nilai kurs berlaku saat pembayaran. Nilai kurs ini akan mengacu kepada ketetapan Menteri Keuangan. Selanjutnya, tata cara pengenaan tarif pungutan akan diatur oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

"Pelaksanaan tarif pungutan ini akan dievaluasi setiap bulan oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM RI, Kementerian Perdagangan, dan BPDPKS. Begitu pula akan ada review dari Komite Pengarah BPDPKS setiap dua bulan dalam pelaksanaan tarif pungutan ini. Hasil evaluasi ini akan diserahkan kepada Menteri Keuangan," seperti dilansir dari laman Majalah Sawit Indonesia pada Rabu (15/6). 

Perlu diketahui, dibandingkan PMK Nomor 23/2022, batas maksimal tarif PE yang berlaku saat ini lebih rendah, yang sebelumnya batas maksimal PE CPO sebesar US$375/MT. Begitu pula dengan RBD Palm Olein, batas maksimal pungutan dipangkas menjadi US$160/MT. Sementara, di PMK 23/2022, tarif pungutan maksimal produk ini sebesar US$291/MT.

Baca Juga: Gandeng Pemkab Bogor, Bank Bjb Perluas Layanan Perbankan Bagi Pemerintah Daerah

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: