Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Korea Utara Mau Tes Nuklir, Menlu Korea Selatan: Tunggu Akibatnya...

Korea Utara Mau Tes Nuklir, Menlu Korea Selatan: Tunggu Akibatnya... Kredit Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Warta Ekonomi, Seoul -

Korea Selatan (Korsel) mengonfirmasi bahwa Korea Utara (Korut) telah menyelesaikan persiapan uji coba nuklir terbaru. Menurut laporan, hanya keputusan politik pemimpin tertinggi negara itu yang dapat mencegahnya.

Usai pertemuan tertutup dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Antony Blinken di Washington DC, AS, Menlu Korsel Park Jin dalam jumpa pers mengatakan, Korut akan menerima akibat atas rencana itu. Uji coba nuklir itu merupakan yang ketujuh bagi negara komunis tersebut.

Baca Juga: Korea Utara Selesaikan Persiapan Uji Coba Nuklir

“Korea Utara harus berubah pikiran dan membuat keputusan yang tepat," ujar Park, dilansir Associated Press, kemarin.

Terlepas dari sanksi, Park tidak mengatakan apa harga yang akan dibayar Korut. Dia juga tak menjelaskan bagaimana kebijakan untuk mencegah uji coba nuklir itu. Tapi Blinken mengatakan, AS dan sekutu mereka, Korsel, dan Jepang, bisa menyesuaikan respons kekuata militer mereka.

Kata Blinken, pihaknya sedang mempersiapkan semua kemungkinan tersebut dalam koordinasi dengan yang lain.  

“Tekanan akan dipertahankan, akan berlanjut dan, jika sesuai, akan ditingkatkan," tegas Blinken.

Park dan Blinken juga menekankan, pintu negosiasi tanpa syarat tetap terbuka untuk Pyongyang (Ibu Kota Korut) . Tapi kata Blinken, pihaknya menyesalkan bahwa Korut terus mengabaikan tawaran untuk berdialog.

Menurut militer Seoul, artileri Korut telah mengarah ke arah laut. Itu beberapa hari setelah Pemimpin Korut Kim Jong-un, menyerukan kemampuan pertahanan yang lebih besar untuk mengatasi ancaman dari luar.

Pada dasarnya, uji coba artileri Korut kurang menarik perhatian dibanding peluncuran misil atau rudal (peluru kendali).

Namun, senjata artileri jarak jauh yang dikerahkan nanti disebut  merupakan ancaman keamanan serius bagi wilayah metropolitan terpadat Korsel. Pasalnya perbatasan kedua negara bertetangga itu hanya berjarak 40-50 kilometer. 

Beberapa ahli menduga, Korut bakal menggunakan tes tersebut untuk membangun hulu ledak yang akan dipasang pada senjata nuklir taktis. Yang ditujukan untuk mencapai sasaran di Korea Selatan.

Peluncuran artileri terbaru dalam serentetan uji senjata Korut tahun ini, disebut para ahli asing sebagai upaya untuk menekan Washington DC dan Seoul agar melonggarkan sanksi internasional terhadap Pyongyang dan membuat konsesi lainnya.

Maret lalu, Korut meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai daratan AS. Itu melanggar moratorium 2018 pada uji coba rudal besar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan