Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Langkah Strategis Indonesia Akselerasi Pasar CPO dan Minyak Goreng Sawit ke Pakistan

Langkah Strategis Indonesia Akselerasi Pasar CPO dan Minyak Goreng Sawit ke Pakistan Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dan Pakistan terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi kedua negara. Salah satu langkah strategis yang akan dijalankan Indonesia ialah mengakselerasi perluasan pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak goreng sawit ke Pakistan.

"Pemerintah telah memutuskan membuka ekspor minyak goreng kembali setelah melihat kondisi pasokan yang terpenuhi di pasar domestik dan penurunan harga minyak goreng curah saat ini. Oleh karenanya, Pakistan bisa menjadi pasar yang potensial," kata Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dilansir dari laman resmi Kementerian Perindustrian RI pada Kamis (16/6).

Baca Juga: Periode Mei 2022: Nilai Ekspor Sawit Turun Drastis, Apa Penyebabnya?

Agus menjelaskan, pemerintah tengah menjalankan program percepatan distribusi CPO, refined bleached deodorized palm oil (RBDPO), dan used cooking oil (UCO) melalui ekspor sejak tanggal 7 Juni-31 Juli 2022.

"Hal ini dalam rangka optimalisasi dan stabilisasi produksi dan rantai perdagangan CPO, RBDPO, dan UCO," tuturnya.

Program tersebut berlaku bagi seluruh eksportir dengan alokasi ekspor ditetapkan sebesar 1 juta ton dan setiap eksportir yang mengikuti program diberikan alokasi paling sedikit 10 ton kelipatannya. "Saya yakin terbitnya regulasi terkait ini dapat mempercepat impor CPO dan turunannya ke Pakistan," imbuhnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2021, total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Pakistan mencapai US$3,9 miliar dengan total ekspor US$3,8 miliar dan impor dari Pakistan sebesar US$185 juta yang keduanya didominasi oleh sektor nonmigas. Dalam lima tahun terakhir, Indonesia terus mengalami nilai perdagangan yang positif. Pada tahun 2021, nilai perdagangan tercatat sebesar US$3,6 miliar.

"Minyak sawit dan minyak sawit mentah adalah produk dengan potensi ekspor terbesar dari Indonesia ke Pakistan," ungkap Agus.

Baca Juga: Bukan Gegara Perselingkuhan, Ferdy Sambo Ungkap Alasannya Bunuh Yosua: Karena Kecintaan Saya...

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: