Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Megawati Mewanti-Wanti Para Kader PDIP, Diminta Jangan Terlena

Megawati Mewanti-Wanti Para Kader PDIP, Diminta Jangan Terlena Kredit Foto: Instagram/Megawati Soekarno Putri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta para kadernya untuk tidak terlena melihat hasil survei yang selalu menempati posisi teratas.

Dia mengutarakan, tidak mudah untuk menjaga PDI Perjuangan seperti sekarang ini hingga menguasai parlemen atau DPR RI sebanyak 128 kursi.

Baca Juga: Kabar Terbaru dari PDIP, Akan Keliling ke Partai Lain untuk Hadapi Pilpres 2024

“Jadi tidak bisa hanya muluk-muluk saja, makanya kalau ingat berapa kali dalam webinar, saya selalu menanyakan apa kehendak kalian untuk masuk dalam PDIP, apa satu karena tahu PDIP kalau dilihat dari survei, tapi saya selalu mengatakan jangan selalu lihat survei, survei boleh dilihat, jangan dijadikan pegangan.Karena yang bergerak itu bukan survei, tapi adalah kita sendiri,” kata Megawati saat memberikan sambutan politik dalam acara Rakernas PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Presiden RI kelima ini meminta, para kadernya untuk tidak berdiam pada zona nyaman. Menurut Megawati, kerja keras membuahkan hasil bagi PDIP yang dahulu dianggap partai kecil, kini memegang peranan kekuasaan.

“Kalau kalian lalai dan sudah terpengaruh saya bilangnya zona nyaman, itu kenapa saya selalu bertanya apa maskud kalian masuk dalam partai ini, partai yang dulu benar-benar kecil, selalu diremehkan, partai sandal jepit lah, wong cilik lah, saya bilang selalu, saya bangga berada di dalam. Mereka yang wong cilik dan sandal jepit itu,” beber Megawati.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Jadi Bakal Capres NasDem, Puan Maharani: Itu Masalah...

Oleh karena itu, Megawati menyarankan kepada kader PDIP yang bertahan pada zona nyaman untuk mundur atau keluar dari PDIP. Dia tak menginginkan, kader PDIP tidak bekerja keras untuk bersama-sama membesarkan partai.

“Saya masuk PDIP karena saya bisa rasakan nantinya ada zona nyaman di PDIP, maka saya akan selalu mengatakan orang itu harus mundur dari PDIP, tidak ada gunanya. Karena saya membentuk partai ini adalah kita bisa mengorganisir kedaulatan rakyat menjadi solid, bersama kita untuk maju kedepan bagi Indonesia raya. Jadi kalau ada yang tidak setuju silakan mundir,” tegasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan