Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dolar AS Menguat, Wuling Masih Kaji Dampaknya terhadap Bisnis

Dolar AS Menguat, Wuling Masih Kaji Dampaknya terhadap Bisnis Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Purwokerto -

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS belum membuat permintaan mobil langsung surut. Hal tersebut disampaikan Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, saat menanggapi penguatan mata uang Amerika Serikat yang belakangan menekan berbagai sektor industri.

Saat ini, nilai tukar dolar AS hampir menyentuh Rp 18.000 per dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi awal tahun. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi maupun impor komponen bagi industri otomotif.

Meski demikian, Brian mengatakan pihaknya masih melihat minat masyarakat untuk membeli kendaraan tetap cukup baik.

"Tetapi kita lihat di sini, dengan naiknya dolar ini kami masih melihat adanya permintaan atau masih adanya semangat untuk melakukan pembelian mobil," ujar Brian di Purwokerto.

Menurut dia, Wuling masih mempelajari dampak pelemahan rupiah terhadap operasional perusahaan. Pasalnya, penguatan dolar terjadi dalam waktu yang relatif singkat sehingga perusahaan belum mengambil keputusan lebih lanjut.

"Kami belum bisa memberitahu lebih lanjut karena memang naiknya dolar ini juga baru-baru ini. Jadi kita akan melihat langkah apa yang akan kita lakukan nanti," kata Brian.

Saat ditanya apakah dampak kenaikan kurs berpotensi dirasakan pada harga suku cadang maupun produk, Brian belum bersedia memberikan rincian.

Baca Juga: Sudah Dipesan 1.500 Unit, Harga Wuling Eksion Berpotensi Naik Rp10 Juta

Baca Juga: Wuling Klaim Hampir 1.000 Unit Eksion Sudah Dikirim ke Konsumen

"Kita belum bisa informasikan lebih lanjut karena ini benar-benar baru," ujarnya.

Meski demikian, Brian menegaskan Wuling akan berupaya menjaga daya saing produknya di tengah ketidakpastian nilai tukar.

"Walaupun nanti ini akan berdampak dan dampaknya kelihatan, tentunya kita berusaha untuk bisa memberikan yang bernilai atau value for money untuk konsumen," kata dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: