Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Dorong Keterjangkauan Akses Energi dan Kemitraan Lewat ETWG-2 G20

Indonesia Dorong Keterjangkauan Akses Energi dan Kemitraan Lewat ETWG-2 G20 Kredit Foto: Rena Laila Wuri

Sidang kali ini juga tengah menyiapkan dua pencapaian teknis dan kebijakan, yaitu Bali Common Principles in Accelerating Clean Energy Transitions (COMPACT) dan Bali ROADMAP menuju 2030. Kedua hal tersebut merupakan upaya untuk mendukung kesepakatan global G20 tentang percepatan transisi energi bersih.

Draf Compact sendiri merupakan arah strategis bagaimana mendorong bauran energi dan upaya pengendalian perubahan iklim bersama-sama. "Rancangan tersebut juga bertujuan untuk mengintegrasikan keamanan energi mengingat krisis energi global yang sedang berlangsung," jelas Yudo.

Baca Juga: Menkeu: Dana Perantara Keuangan Pandemi G20 Capai USD1,1 Miliar

Menghadapi krisis energi akibat geopolitik, Forum Energi G20 kali ini juga membuka peluang untuk meningkatkan skema kerja sama internasional. Kesempatan ini sekaligus dijadikan untuk mempercepat proses transisi energi bersih di masing-masing negara.

"Ketahanan energi ini menjadi lebih penting karena saat ini rantai pasok sedang terganggu. Makanya, kami ada model baru dari kerja sama yaitu, Just Energy Transitions Partneship (JETP). Tapi banyak skema baru tidak hanya JETP, ada juga skema kerja sama komitmen keuangan," ungkap Yudo.

Baca Juga: Indonesia Optimalkan Peluang Percepatan Transisi Energi Melalui Pemanfaatan EBT

Ia mengungkapkan, salah satu bentuk kerja sama konkret dalam pembahasan sidang adalah tentang pasar gas. "Economic Research Institute of ASEAN and East Asia (ERIA) tadi menyarankan perlu membuat pasar gas di kawasan regional, spot market juga. Ini butuh komitmen supaya harga bisa lebih terjangkau [affordable]. Jadi ini diupayakan jadi masuk dalam Komunike," tambahnya.

Yudo menekankan dengan adanya sidang ini diharapkan ada kesepakatan global (global deal) sebelum menjadi Komunike. "Mudahan-mudah akan mengkristal sebelum ETWG di Bali. Sejauh ini hasilnya sangat menggembirakan," tutup Yudo.

Baca Juga: Ekonomi Makin Pulih, Penyaluran Kredit BTPN Naik Hingga 10%

Halaman:

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: