Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ngeri! Disebut Ada Motif Politik yang Ingin Hancurkan Roy Suryo

Ngeri! Disebut Ada Motif Politik yang Ingin Hancurkan Roy Suryo Kredit Foto: Twitter/Roy Suryo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kuasa Hukum Roy Suryo, Pitra Romadhoni menduga ada motif politik yang ingin menghancurkan nama baik Roy Suryo karena kliennya kritis terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah.

Hal itu ia sampaikan buntut adanya laporan terhadap Roy Suryo terkait meme Candi Borobudur. Menurutnya, kegaduhan soal meme Candi Borobudur ini disebabkan oleh adanya provokasi yang dilakukan kelompok pendengung alias buzzer yang memang punya sentimen pribadi kepada Roy Suryo. 

Baca Juga: Wacana Duet Anies-AHY Dikuliti Refly Harun, Ternyata Oh Ternyata...

“Semestinya Roy Suryo diberikan Perlindungan hukum. Kritikan yang dilakukan oleh Roy Suryo terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah adalah suatu keseimbangan dan anugerah yang harus disyukuri dalam perbedaan pandangan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Pitra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/6/2022). 

Menurut dia, bila ada pihak yang merasa keberatan terkait meme stupa. Semestinya mereka melaporkan pembuat meme stupa tersebut bukan orang yang mengkritik terkait menyebarnya meme stupa tersebut. 

"Sehingga kami menilai ada upaya politis yang menggiring opini seolah-olah Roy Suryo adalah pelaku yang membuat meme stupa tersebut. Padahal faktanya Roy Suryo hanya mengomentari kebijakan tarif wisata dan tidak terkait langsung dengan tersebarnya meme stupa tersebut yang dimention kepadanya," lanjutnya. 

Baca Juga: Ganjar Disebut Memiliki Sifat Nabi Muhammad, Rocky Gerung: Itu Bukan Sekedar Memuji, Tapi Mengejek

Ia pun menegaskan kliennya tidak memiliki bermaksud untuk berniat yang tidak baik terkait komentar tarif wisata candi Borobudur itu.

"Roy Suryo hanya membantu menyampaikan aspirasi masyarakat terkait rencana kebijakan kenaikan tarif wisata Candi. Sekali lagi meme meme stupa tersebut juga telah tersebar dan sudah menjadi pemberitaan media massa beberapa hari sebelumnya," kata dia. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan